Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Rabu, 25 Jumadil Akhir 1441 / 19 Februari 2020

Sandy Pas Band Jelaskan Maksud Konser Musik untuk Republik

Kamis 03 Okt 2019 12:29 WIB

Rep: Zainur Mahsir / Red: Muhammad Hafil

Konser musik (ilustrasi).

Konser musik (ilustrasi).

Foto: flickriver.com
Musisi ingin Indonesia yang lebih baik.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Perhelatan "Musik Untuk Republik" yang akan berlangsung selama tiga hari tiga malam pada 18-20 Oktober, dikritisi oleh warganet. Pasalnya, konser tersebut bertepatan dengan pelantikan Joko Widodo-Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, sehingga dinilai sebagai perayaan politik.

"Tidak ada niatan bagi kami untuk mencocokan tanggal tersebut. Acara itu sudah dirancang sejak jauh hari," Tutur pengisi acara tersebut, Sandy Andarusman ketika dikonfirmasi Republika, Kamis (3/10).

Lelaki berusia 49 tahun tersebut menegaskan, semua pihak termasuk musisi, menginginkan agar kondisi Indonesia yang lebih baik. Oleh karena itu, pihaknya menyelenggarakan acara tersebut.

"Kalau ada yang mengkritik mungkin cara pandangnya saja yang berbeda,"  Kata Drummer Pas Band itu.

Sandy yang memiliki nama asli Agus Teguh Prakosa Andarusman itu memaparkan, persatuan yang diharapkan bisa terealisasikan lewat musik itu, difokuskan juga untuk membangun Indonesia menuju bebas konflik. Oleh karena itu, menurut dia, jangan sampai ada yang memanfaatkan momentum tertentu seperti helaran musik tersebut untuk merusak Indonesia.

"Intinya kami musisi cuma ingin Indonesia bersatu. Tanpa persatuan ya mustahil Indonesia bisa maju. Acara (ini) salahnya di mana?" Tanyanya.

Terkait tuntutan warganet untuk melaksanakan konser persatuan di Papua, ia menyayangkan pernyataan tersebut. Pasalnya menurut dia, pihak yang mengusulkan hal itu hanya terbawa emosi dan belum mengerti permasalahan yang ada.

"Kebayang biayanya? Akses juga susah. Yang bilang seperti itu juga belum tentu pernah ke sana (Wamena)" Ujar dia.

Namun demikian dia mengklaim, jika acara yang akan dilaksanakan di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta itu tetap harus dibatalkan. Maka pihaknya akan mematuhi pemberi izin.

"Yang penting niat kami baik, ingin Indonesia bersatu melalui acara ini. Kami lintas genre, lintas generasi, melalui para penikmat musik kita gelorakan aura persatuan. Kalau tetap dicurigai, salah siapa?" Ungkap dia.

Sandy mengklaim acara tersebut berlangsung tanpa sponsor dan gratis untuk umum. Namun demikian, meski gratis, acara tersebut menyuguhkan lighting dan sound yang baik.

Seperti diketahui, Musik untuk Republik akan menghadirkan berbagai grup musik lintas genre, dengan total mencapai 70 musisi. Dalam acara yang dimulai sejak siang hingga malam, selama tiga hari berturut-turut pada 18-20 Oktober itu akan menghadirkan musisi yang beragam setiap harinya, melalui satu panggung berukuran 20 x 30 meter.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA