Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Arabain Nawawiyah: Menata Niat Ibadah Seorang Muslim

Kamis 03 Oct 2019 10:25 WIB

Red: Agung Sasongko

Umat Islam saat beribadah di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta (ilustrasi)

Umat Islam saat beribadah di Masjid Lautze, Sawah Besar, Jakarta (ilustrasi)

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Di kalangan ulama dan santri, Arabain Nawawiyah menjadi rujukan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Arbain Nawawiyah adalah kumpulan hadis yang ditulis oleh Allamah Syekh Abu Zakaria Yahya bin Syaraf bin Murri al-Hizami an-Nawawi atau yang lebih dikenal dengan Imam An-Nawawi. Kitab Arbain Nawawiyah ini berisi 42 buah hadis yang diriwayatkan oleh berbagai imam hadis, seperti Bukhari, Muslim, Abu Daud, At-Tirmidzi, Nasa'i, dan lainnya.

Di kalangan santri atau ulama, kitab ini sangatlah terkenal. Ia dijadikan rujukan sejumlah ulama dalam menjawab berbagai permasalahan, mulai dari masalah ibadah, akidah (tauhid), hukum, hingga motivasi dalam mencapai tujuan hidup yang lebih baik.

Dalam kitab ini, Imam Nawawi memulai pembahasan dengan mengutip hadis yang berasal dari Umar bin Khattab dan diriwayatkan Imam Bukhari, yaitu tentang niat. Dalam hadis pertama ini, tampaknya Imam Nawawi menginginkan setiap Muslim untuk menata niat ibadahnya semata-mata hanya karena Allah SWT. Apa pun yang dikerjakan hendaknya karena Allah SWT dan apa pun hasilnya semoga mendapat ridha dari Allah.

Pada hadis kedua, diceritakan tentang makna iman, Islam, dan ihsan. Hadis ini mengandung pesan agar beribadah kepada Allah itu tanpa mengharapkan apa pun, kecuali rahmat dan ridha Allah. Selain itu, beribadah kepada Allah hendaknya dilaksanakan dengan khusyuk sebab Allah Maha melihat dan Dia mengetahui segala gerak-gerik hamba-Nya.

Hadis ketiga menjelaskan makna Islam. Dan, pada hadis keempat, dijelaskan tentang proses kejadian manusia sejak dalam kandungan hingga ditiupkan roh padanya. Dalam hadis ini, Rasulullah juga menjelaskan empat perkara, yaitu rejeki, ajal, amalan, serta celaka dan bahagianya.

Pada hadis kelima, dijelaskan tentang larangan mengada-adakan sesuatu dalam agama yang bukan bersumber dari Alquran dan hadis. Dan, pada hadis keenam, dijelaskan tentang pentingnya seorang Muslim mengambil sesuatu dari barang yang halal. Sebab, halal dan haram itu sudah jelas. Maka, hendaknya berhati-hati dengan yang syubhat (samar, belum jelas hukumnya). Dan, dalam setiap tubuh, terdapat segumpal daging. Apabila daging itu mendapatkan makanan yang baik (halal), akan baiklah seluruh tubuh. Apabila rusak, rusaklah seluruh tubuh.

Kemudian, pada hadis ketujuh, dijelaskan tentang makna agama. ''Agama itu adalah nasihat.'' Menurut hadis ini, agama menjadi penolong bagi setiap hamba untuk senantiasa berada di jalan yamg lurus.

sumber : Islam Digest Republika
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA