Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Saturday, 20 Safar 1441 / 19 October 2019

Konser Musik untuk Republik, Apa Gunanya?

Selasa 01 Oct 2019 23:50 WIB

Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR/MPR mulai memasuki jalan Tol S Parman sekitar pukul 14.45 WIB. Kemacetan panjang pun terjadi.

Mahasiswa yang berdemonstrasi di depan Gedung DPR/MPR mulai memasuki jalan Tol S Parman sekitar pukul 14.45 WIB. Kemacetan panjang pun terjadi.

Foto: Republika/Esthi Maharani
Penyelenggaraan konser musik di tengah duka seakan-akan tak peduli dengan derita

Sejumlah perwakilan musisi yang akan menggelar konser persatuan bertajuk "Musik untuk Republik" menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Bogor, Senin (30/9) ini. Drummer Pas Band, Sandy Andarusman, mengatakan bahwa konser yang digelar gratis dan terbuka untuk umum di Buperta Cibubur pada 18-20 Oktober 2019  ini akan dimeriahkan oleh sedikitnya 68 musisi Indonesia.

Soal latar belakang penyelenggaraan Musik untuk Republik, Sandy mengatakan bahwa mencermati banyak gesekan dan perpecahan melanda Indonesia belakangan ini. Ia bersama rekan-rekannya ingin menyatukan melalui musik Indonesia.

"Selama lima tahun ke depan kita butuh persatuan Indonesia jauh lebih baik lagi dan musik media paling efektif yang bisa menyatukan itu semua," jelas Sandy usai bertemu dengan Presiden Jokowi bersama sejumlah musisi lainnya, Senin (30/9).

Benarkah musik dapat menjadi solusi berbagai masalah di bumi pertiwi?

Perhelatan musik identik dengan kegiatan bersenang-senang, hal ini amat jauh bertolak belakang dengan masalah yang tengah dihadapi republik ini. 

Duka nestapa seluruh korban tragedi berdarah di Wamena atau Mahasiswa tentu tak kan terobati hanya dengan lantunan nada semata. Ancaman kematian bagi para pengungsi gempa Ambon dan warga pendatang yang belum bisa keluar dari Papua membutuhkan penanganan dan perhatian khusus dari bapak Presiden yang mulia. Bukan sekedar alunan merdu suara sang penguasa.

Tuntutan rakyat akan hidup sejahtera serta penolakan terhadap rancangan undang-undang yang dinilai amat tidak masuk akal bukanlah hal sepele yang bisa direda hanya dengan buaian harmoni nada.

Republik ini tengah bergolak, Indonesia butuh solusi nyata. Bukan sekedar gurau belaka.

Penyelenggaraan konser di tengah duka dan luka yang menganga sungguh tak bisa diterima. Bukan hanya sia-sia namun nampak sangat tak peduli dengan derita saudara di pelosok negara.

Pengirim: Silvia Anggraeni, S.Pd, Muslimah Lampung

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Retizen bermakna Republika Netizen. Retizen adalah wadah bagi pembaca Republika.co.id untuk berkumpul dan berbagi informasi mengenai beragam hal. Republika melakukan seleksi dan berhak menayangkan berbagai kiriman Anda baik dalam dalam bentuk video, tulisan, maupun foto. Video, tulisan, dan foto yang dikirim tidak boleh sesuatu yang hoaks, berita kebohongan, hujatan, ujaran kebencian, pornografi dan pornoaksi, SARA, dan menghina kepercayaan/agama/etnisitas pihak lain. Pertanggungjawaban semua konten yang dikirim sepenuhnya ada pada pengirim. Silakan kirimkan video, tulisan dan foto ke retizen@rol.republika.co.id.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA