Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Saturday, 11 Sya'ban 1441 / 04 April 2020

Iran Sambut Baik Keinginan Pangeran MBS

Selasa 01 Oct 2019 23:09 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Teguh Firmansyah

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman

Foto: REUTERS/Charles Platiau
Pangeran MBS tidak memilik opsi perang dengan Iran.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN --  Peluang perdamaian antara Iran dan Saudi terbuka.  Ketua Parlemen Iran Ali Larijani menyatan, Iran menyambut keinginan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) untuk menyelesaikan masalah melalui cara damai dan pembicaraan.

Baca Juga

“Kami menyambut MBS yang dikutip mengatakan dia ingin menyelesaikan masalah melalui pembicaraan dengan Teheran,” kata Larijani pada Selasa (1/10), dikutip Aljazirah.

Pada Senin lalu, juru bicara Pemerintah Iran Ali Rabiei mengungkapkan Saudi telah mengirim pesan kepada Presiden Iran Hassan Rouhani melalui para pemimpin negara lain. Namun dia tak memberikan informasi apa pun tentang isi pesan tersebut.

“Jika Arab Saudi mengejar perubahan perilaku, Iran menyambut baik hal tersebut,” ujar Rabiei.

Sementara itu juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi mengatakan negaranya juga siap mengadakan dialog dengan sekutu Saudi, Uni Emirat Arab (UEA).

“Kami siap untuk mengadakan pembicaraan dengan negara-negara, khususnya UEA, dalam kelompok atau secara terpisah dan menghilangkan kesalahpahaman,” ucap Mousavi dalam sebuah konferensi pers.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CBS dalam program “60 Minutes” yang ditayangkan pada Ahad lalu, Pangeran MBS menyatakan enggan menempuh opsi militer untuk menghadapi Iran.

Pernyataannya berkaitan dengan dugaan Iran sebagai dalang serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco pada 14 September lalu. “Solusi politik dan damai jauh lebih baik daripada solusi militer,” kata dia.

Menurut dia, perang antara Saudi dan Iran dapat menghancurkan perekonomian global, terutama terkait harga minyak dunia. “Pasokan minyak akan terganggu dan harga minyak akan melonjak ke angka yang sangat tinggi yang belum pernah kita lihat dalam hidup kita,” ucapnya.

Pangeran MBS menjelaskan kawasan Timur Tengah mewakili sekitar 30 persen dari pasokan energi dunia, 20 persen dari bagian perdagangan global, dan empat persen dari produk domestik bruto dunia. “Bayangkan ketiga hal ini terhenti. Ini berarti kehancuran total ekonomi global, bukan hanya Arab Saudi atau negara-negara Timur Tengah,” ujarnya.

Dalam wawancara tersebut, Pangeran MBS juga mendesak Iran menyetop dukungan terhadap kelompok pemberontak Houthi Yaman. Houthi diketahui mengklaim sebagai aktor yang melancarkan serangan ke fasilitas Aramco pada 14 September lalu.

Pangeran MBS mengaku menyambut pengumuman gencatan senjata oleh Houthi beberapa hari lalu. Ia menilai itu merupakan langkah positif untuk menuju dialog politik.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA