Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Saturday, 17 Rabiul Akhir 1441 / 14 December 2019

Ganjar Usul Pelabuhan Tanjung Emas Khusus untuk Wisatawan

Selasa 01 Oct 2019 13:59 WIB

Red: Nidia Zuraya

Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/6/2019).

Foto udara aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal Peti Kemas (TPK) Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (21/6/2019).

Foto: Antara/Aji Styawan
Kegiatan industri diusulkan dipindah dari Pelabuhan Tanjung Emas ke Pelabuhan Kendal

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengusulkan Pelabuhan Tanjung Emas, Kota Semarang, diperuntukkan khusus untuk wisatawan. Dengan status khusus ini nantinya kegiatan industri akan dipindahkan dari Pelabuhan Tanjung Emas.

"Untuk kegiatan industri, saya meminta pemerintah memindahkannya ke Pelabuhan Kendal," katanya di Semarang, Selasa (1/10).

Ganjar menjelaskan bahwa pihaknya sedang mengonsep pembangunan dua pelabuhan besar yakni Pelabuhan Tanjung Emas dan Pelabuhan Kendal. Harapannya, dua pelabuhan itu dapat berdampak positif dengan potensi pelayaran internasional.

"Kita sedang mengembangkan dua pelabuhan itu, bukan tidak mungkin, jalur pelayaran Selat Malaka akan berpengaruh pada perairan Jateng," ujarnya.

Ganjar mengungkapkan, usulan itu sudah disampaikan ke pemerintah pusat agar segera ditindaklanjuti. "Kami sudah dua kali rapat dengan presiden terkait rencana ini," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Ganjar menyebutkan realisasi pembangunan Pelabuhan Kendal saat ini sedang dalam proses, namun meminta agar realisasi itu dilakukan cepat karena Pelabuhan Tanjung Emas sekarang sudah terlalu ramai.

"Ini tadi barusan dari Pelindo II mau paparan terkait pembangunan Pelabuhan Kendal, mereka sudah siap memaparkan, tinggal nanti eksekusinya seperti apa," ujarnya.


Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA