Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Friday, 25 Rabiul Awwal 1441 / 22 November 2019

Mendikbud tak akan Beri Sanksi Siswa yang Ikut Demo

Selasa 01 Oct 2019 13:05 WIB

Rep: Inas Widyanuratikah/ Red: Esthi Maharani

Ratusan pelajar di Kota Depok yang diamankan hendak ikut demo sedang mendapat pengarahan Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah di Mapolresta Depok, Senin (30/9).

Ratusan pelajar di Kota Depok yang diamankan hendak ikut demo sedang mendapat pengarahan Kapolresta Depok, AKBP Azis Andriansyah di Mapolresta Depok, Senin (30/9).

Foto: Republika/Rusdy Nurdiansyah
Ada orang yang menyamar menggunakan seragam sekolah padahal bukan siswa.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( mendikbud ) muhadjir effendy menanggapi adanya pendemo berseragam sekolah di gedung MPR/DPR Senin (30/9) kemarin. Muhadjir mengatakan, tidak akan memberikan sanksi kepada para pendemo yang ternyata adalah siswa. Menurut dia, pemberian sanksi tidak tepat dilakukan di dalam dunia pendidikan.

"Pendidikan masak main sanksi. Pokoknya kita menyadarkan melalui provinsi, gubernur, kabupaten, wali kota, dan kepala dinas masing-masing," kata Muhadjir, saat ditemui usai upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila, Selasa (1/10).

Sementara itu, Muhadjir mengatakan, dirinya juga mendapat laporan dari pihak kepolisian bahwa ada orang yang menyamar menggunakan seragam sekolah pada demo padahal mereka bukan siswa. Para pendemo yang menyamar tersebut berjumlah sekitar 50 orang.

Sebelum dilakukannya demo, Kemendikbud juga telah mengirimkan surat edaran kepada pemerintah daerah terkait mencegah agar siswa terlibat dalam demo. Imbauan tersebut tercantum dalam Surat Edaran Nomor 9 Tahun 2019 tentang Pencegahan Keterlibatan Peserta Didik dalam Aksi Unjuk Rasa yang Berpotensi Kekerasan.

"Mereka bukan siswa itu. Mereka pakai celana abu-abu tapi sebetulnya mereka bukan siswa," kata Muhadjir.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA