Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

BPS: September 2019 Terjadi Deflasi 0,27 Persen

Selasa 01 Oct 2019 12:28 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Nidia Zuraya

Deflasi (ilustrasi)

Deflasi (ilustrasi)

Penyebab utama deflasi pada Septmber adalah penurunan harga bahan makanan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan terjadinya deflasi sebesar 0,27 persen pada September 2019. Deflasi diakibatkan penurunan harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan.

"Saya bisa simpulkan, deflasi September 2019 sebesar 0,27 persen. Penyebab utama karena turunnya harga cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, telor ayam ras. Yang menghambat deflasi itu kenaikan harga emas perhiasan dan uang kuliah," ujar Kepala BPS Suhariyanto di Kantor BPS, Jakarta, Selasa (1/10).

Ia menyampaikan deflasi diakibatkan penurunan harga pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar sebesar 1,97 persen dan memiliki andil penyumbang deflasi sebesar 0,44 persen. "Andil deflasi terbesar disumbang cabai merah sebesar 0,19 persen, lalu disusul bawang merah, daging ayam ras, cabai rawit, telor ayam ras. Jadi deflasi disebabkan  penurunan harga bumbu-bumbuan," tuturnya.

Suhariyanto menyebut, terdapat bahan makanan yang mengalami kenaikan, salah satunya adalah beras. "Masih ada komoditas yang berikan inflasi beras sebesar 0,12 persen dengan andil 0,01 persen, nggak perlu dikhawatirkan karena cadangan cukup," kata dia.

Ia menambahkan, beberapa kelompok pengeluaran masih ada yang alami kenaikan diantaranya kenaikan harga emas dan perhiasan.

Suhariyanto mengatakan dari 82 kota indeks harga konsumen, 70 kota mengalami deflasi dan 12 kota mengalami inflasi. Deflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,94 persen dan terendah di Surabaya sebesar 0,02 persen.

Sementara inflasi tertinggi berada di Meulaboh sebesar 0,91 persen dan terendah berada di Watampone dan Palopo masing-masing 0,01 persen.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA