Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Selasa, 26 Jumadil Awwal 1441 / 21 Januari 2020

Polisi China Gunakan Drone Untuk Lacak Penjahat Yang Bersembunyi Selama 17 Tahun

Selasa 01 Okt 2019 18:48 WIB

Red:

abc news

abc news

Dia akan membayar apa yang sudah dilakukannya.

Teknologi semakin banyak digunakan untuk membantu polisi dalam menyelesaikan kasus kejahatan. Di China, polisi menggunakan drone untuk melacak seorang pedagang manusia yang sudah bersembunyi selama 17 tahun, dan menemukannya bersembunyi sebuah gua di kawasan pengunungan terpencil.

Dalam postingan di akun media sosial China, WeChat, polisi di provinsi Yunnan mengatakan telah menemukan seorang pria bernama Song Moujiang. Pria berusia 63 tahun tersebut telah dijatuhi hukuman penjara karena penculikan dan penjualan anak=anak dan perempuan.

Menurut polisi di kota Yongshan, pria ini melarikan diri dari penjara di provinsi tetangga Sichuan di bulan Maret 2002.

 

Petugas mengatakan mereka berhasil melacak keberadaan Song di kawasan pegunungan tidak jauh dari kota asalnya, setelah mendapat informasi mengenai pria tersebut awal bulan lalu.

Karena sulitnya medan, polisi kemudian menggunakan beberapa drone untuk melacak kegiatan di kawasan pegunungan tersebut dan menemukan adanya gua tempat persembunyian Song tanggal 19 September.

 

Beberapa polisi berpakaian preman kemudian mendatangi gua tersebut untuk menangkap Song, dan menemukannya dalam keadaan lusuh, tinggal di gua yang besarnya hanya dua meter persegi.

Menurut polisi, penjahat itu tidak bisa berkomunikasi dengan baik dengan petugas ketika ditemukan. Setelah 17 tahun melarikan diri, rambut Song pun berubah menjadi putih semua.

Dia akan membayar apa yang sudah dilakukannya, kata polisi.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA