Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

Wednesday, 24 Zulqaidah 1441 / 15 July 2020

BNPT Respons Penangkapan Dosen Terkait Bom Molotov

Senin 30 Sep 2019 20:54 WIB

Red: Ratna Puspita

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius

Kepala BNPT Komisaris Jenderal Suhardi Alius

Foto: Republika/Arif Satrio Nugroho
'Berikan kesempatan menyelidiki, dia bergerak atas nama pribadi atau bukan.'

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengajak seluruh pihak untuk menyikapi secara arif atas penangkapan seorang dosen perguruan tinggi negeri terkait kepemilikan bom molotov. BNPT mengajak seluruh pihak memberikan kesempatan kepada kepolisian untuk menyelidiki kasus tersebut secara proporsional.

Baca Juga

"Saya belum lihat data detail lengkapnya, ya. Tetapi semua institusi bisa saja ada oknumnya," kata Kepala BNPT Komjen Suhardi Alius usai Rapat Koordinasi Evaluasi Sinergitas 36 K/L Pelaksanaan Program Penanggulangan Teroris Tahun 2019, di Hotel Borobudur, Jakarta, di Jakarta, Senin (30/9).

"Berikan kesempatan kepada aparat untuk melakukan penyelidikan dulu. Dia itu bergerak atas nama pribadi atau atas nama institusi, kan gitu," katanya.

Jangan sampai, kata dia, nama baik institusi tempatnya mengajar menjadi tercemarkan, ibarat gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga. "Jadi, jangan langsung disebutkan institusi, kasihan institusinya. Cuma karena satu dua orang terus kemudian (hancur semuanya). Nggak boleh lah. Kita juga harus lihat dari cara ketimuran kita," katanya.

Selama ini, kata dia, BNPT telah berupaya melakukan penanggulangan terorisme dengan menyasar seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. "Seluruh rektor perguruan tinggi, baik negeri dan swasta sudah kita kumpulkan. Dikumpulkan oleh Menristek Dikti, saya kasih ceramah. Tolong paham moderat disampaikan," kata Suhardi.

Sebelumnya diwartakan, dosen Institut Pertanian Bogor (IPB) berinisial AB dikabarkan ditangkap oleh anggota Polda Metro Jaya (PMJ). Dari data yang dihimpun, AB dikabarkan ditangkap di Jalan Maulana Hasanudin, Kecamatan Cipondoh, Tangerang Kota, Sabtu (28/9/2019) pukul 01.00 WIB.

Ia ditangkap lantaran dituduh melanggar Pasal 1 ayat (1) UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 atas tindak pidana membuat, menguasai, membawa, menyimpan, mengangkut, menyerahkan dan atau berusaha menyerahkan bahan peledak. Dikabarkan, polisi juga mengamankan 29 bom jenis molotov yang disimpan di kediamannya, Perumahan Pakuan Regency Linggabuana, RT 003/007, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA