Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

Wednesday, 10 Rabiul Akhir 1442 / 25 November 2020

DT Peduli Lakukan Sosialisasi di Sekolah Rawan Bencana

Senin 30 Sep 2019 15:19 WIB

Rep: Rosi Handayani/ Red: Dwi Murdaningsih

Ilustrasi Gempa

Ilustrasi Gempa

Foto: Pixabay
Siswa diberi edukasi tentang bencana alam gempa bumi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Daarut Tauhiid (DT) Peduli menggelar sosialisasi Sekolah Aman Bencana di Madarasah Tsanawiyah Assakinah, Tanimulya, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada Kamis (26/7). Kepala sekolah dan Sivitas Akademik MTS Assakinah, dan pihak Yayasan Assakinah turut memberikan apresiasi bagi DT Peduli.

Kepala Sekolah MTS Assakina, Muqoddimah, dalam website resmi DT Sabtu (28/9) mengatakan sosialisai tersebut melibatkan 314 Siswa, 17 Guru dan Staf MTS Assakinah, serta 12 Relawan DT Peduli. Manager Program DT Peduli, Riyadi mengungkapkan, tujuan digelarnya kegiatan tersebut untuk memberikan edukasi kepada siswa tentang bencana alam gempa bumi.

"Kenapa kami mengkhususkan bencana alam gempa bumi? Karena Sekolah MTS Assakinah ini berjarak lima kilometer dengan sesar lembang, yaitu lempengan bumi yang memanjang 29 kilometer dari Padalarang sampai Cilengkrang, yang dapat menimbulkan gempa bumi hingga likuifaksi," ungkap Riyadi.

Sosialisasi tersebut berisikan 70 persen penyampaian materi tentang karakteristik bencana alam, management resiko bencana, dan pemahaman tentang sesar lembang. Lalu, 30 persennya praktik atau simulasi dalam menghadapi bencana.

Dalam sosialiasi, para siswa yang belajar di kelas dianggap terjadi bencana alam gempa bumi. Kemudian ditandai dengan bunyi sirine yang dihidupkan oleh para Relawan DT Peduli.

Mereka tidak hanya berperan sebagai korban, tapi ada juga yang berperan sebagai regu penyelemat. Simulasi tersebut dilakukan di dalam kelas dan lapangan.

Menurut Riyadi, bentuk bangunan kelas yang bertingkat begitu mendukung ketika dijadikan simulasi bencana gempa bumi. Alasannya, karena dapat menjadi rintangan tersendiri para siswa dalam melakukan simulasi ke tempat yang lebih aman.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA