Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

Friday, 9 Rabiul Akhir 1441 / 06 December 2019

India-Pakistan Saling Tembak di Perbatasan Kashmir

Senin 30 Sep 2019 11:50 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

 Warga mengibarkan bendera Kashmir dalam unjuk rasa memperingati Hari Pertahanan Pakistan di Quetta, Pakistan, Jumat (6/9).

Warga mengibarkan bendera Kashmir dalam unjuk rasa memperingati Hari Pertahanan Pakistan di Quetta, Pakistan, Jumat (6/9).

Foto: AP
Seorang lansia dan anak laki-laki meninggal akibat terjangan peluru.

REPUBLIKA.CO.ID, ISLAMABAD -- Pakistan dan India saling tuding melakukan aksi provokasi di wilayah perbatasan Kashmir yang dikenal dengan istilah Line of Control (LoC). Hal itu terjadi setelah kedua negara melepaskan tembakan tak beralasan di zona perbatasan.

“India melakukan penembakan tak beralasan di sektor Nikial dan Rakhchikri di sepanjang LoC yang menargetkan penduduk sipil,” kata Inter-Services Public Relations (ISPR), sebuah sayap media Angkatan Darat Pakistan pada Ahad (29/9), dikutip Anadolu Agency.

Menurut ISPR, tembakan itu menyebabkan dua orang, yakni wanita berusia 60 tahun dan seorang anak laki-laki 13 tahun tewas. Tiga orang lainnya turut mengalami luka-luka dan segera dievakuasi ke rumah sakit. Pasukan Pakistan pun membalas tembakan India.

Kementerian Pertahanan India juga menuding Pakistan melakukan pelanggaran gencatan senjata dengan melepaskan tembakan ke wilayah Kashmir yang dikelola India . “Enam orang, termasuk seorang anak lelaki berusia 12 tahun, terluka ketika Pakistan melanggar gencatan senjata untuk hari kedua berturut-turut dengan menargetkan pos-pos serta desa-desa dengan tembakan mortir dan tembakan senjata ringan di Jammu dan Dsitrik Poonch Kashmir,” kata seorang juru bicara di Kementerian Pertahanan India dalam sebuah pernyataan.

Kashmir telah dibekap ketegangan sejak India mencabut status khusus wilayah tersebut pada 5 Agustus lalu. Masyarakat memprotes, kemudian menggelar aksi demonstrasi di beberapa daerah di sana. Mereka menolak status khusus dicabut karena khawatir dapat mengubah komposisi demografis Kashmir.

India kemudian mengerahkan pasukan ke wilayah tersebut. Jaringan televisi dan telekomunikasi, termasuk internet, juga diputus. Tak hanya itu, India pun mendirikan pos jaga serta memberlakukan jam malam. Kashmir diisolasi dari dunia luar.

Sejak saat itu, Pakistan memutuskan menurunkan level hubungan diplomatiknya dengan India. Islamabad pun membekukan semua aktivitas perdagangannya dengan New Delhi.

Kashmir merupakan satu-satunya wilayah di India yang berpenduduk mayoritas Muslim. Sejak merdeka dari Inggris pada 1947, Kashmir terpecah dua, dua per tiga di antaranya dikuasai India, sementara sisanya milik Pakistan. Wilayah itu kemudian dipisahkan dengan garis LoC. Perselisihan akibat sengketa Kashmir telah membuat India dan Pakistan tiga kali berperang, yakni pada 1948, 1965, dan 1971.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA