Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Tuesday, 20 Rabiul Awwal 1443 / 26 October 2021

Mengenal Merv, Kota Ilmu

Ahad 29 Sep 2019 13:31 WIB

Red: Agung Sasongko

Merv

Merv

Foto: www.wmf.org/
Ada sejumlah ilmuwan Muslim yang berkembang di Merv.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Merv tak hanya mengenalkan Al- Kharaqi kepada dunia. Namun, ada sejumlah ilmuwan Muslim lainnya yang tumbuh di wilayah tersebut. Di antaranya adalah Ahmad bin ‘Abdullah al- Marwazi. Ia dikenal juga dengan sebutan Habash al-Hasib.

Meski tumbuh di Merv, Al-Hasib banyak menghabiskan waktunya untuk belajar di Baghdad, Irak. Ia merupakan seorang astronom yang bekerja pada Khalifah Al-Ma’mun dan Al- Muttasim. Ia melakukan pengamatan terhadap benda-benda angkasa.

Al-Hasib kemudian menyelesaikan tiga tabel astronomi, yang paling terkenal adalah tabel Mumtahin. Tabel ini diperkirakan merupakan karya kolektif para astronom masa Al- Ma’mun.Ia juga termasuk orang pertama yang menentukan waktu berdasarkan ketinggian matahari.

Salah satu putra Al-Hasib, yang bernama Djafar juga menjadi seorang astronom terkemuka pada masa itu. Ilmuwan lain yang berasal dari Merv adalah Al-Saghani. Dia ahli dalam bidang matematika dan astronomi. Al-Saghani pernah bekerja di observatorium Buyid yang berada di Baghdad.

Dalam bidang matematika, dia banyak menindaklanjuti pekerjaan Banu Musa, membahas soal pembagian tiga sudut yang sering dikaji orang Yunani kuno. Selain menguasai astronomi, Al-Saghani ju ga ahli di bidang mekanika dan konstruksi. Merv juga melahirkan ilmuwan lainnya, yaitu Abd al- Rahman Al-Khazini. Seperti Al-Kharaqi, ia pun menguasai sejumlah bidang, yaitu astronomi, fisika, biologi, kimia, matematika, dan filsafat.

Al-Khazini memiliki sejumlah karya, yang pa ling penting adalah Tabel Sinjaric. Tabel Sinjaric ini merupakan sebuah contoh awal dari sebuah jam astronomi. Dia juga menghitung tabel untuk pengamatan benda-benda luar angkasa yang dilihat dari Merv.

Karyanya, tabel Sinjaric, kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani oleh seorang ahli astronomi dari Yunani, Gregory Choniades, pada abad ke-13 yang sedang belajar di Kekaisaran Bizantium. Ia juga dikenal dalam bidang fisika. Salah satu karyanya di bidang ini adalah sebuah buku yang dalam terjemahan bahasa Inggris berjudul The Book of the Balance of Wisdom.

Buku ini selesai ia tulis pada 1121. Ini merupakan buku penting dalam perkembangan fisika di peradaban Islam. Buku ini berisi studi tentang keseimbangan hidrostatik, konstruksi, dan penggunaannya. Al- Khazini juga membahas teori-teori tentang statika dan hidrostatika yang dikembangkan oleh para pendahulu sebelumnya, para ilmuwan sezamannya, juga yang dia kembangkan sendiri.

Selain itu, Al-Khazini juga menggambarkan berbagai macam instrumen yang ditemukan para pendahulunya, termasuk araeometer yang ditemukan oleh seorang ahli matematika dari Yunani, Pappus. Ia merintis penerapan metode ilmiah eksperimental di bidang statika dan dinamika.  

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA