Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Tuesday, 10 Syawwal 1441 / 02 June 2020

Pengungsi Korban Gempa di Ambon Mulai Terserang Ispa

Sabtu 28 Sep 2019 19:09 WIB

Red: Agung Sasongko

Bangunan yang rusak akibat gempa bumi di wilayah Liang Ambon, Maluku, Jumat (27/9/2019).

Bangunan yang rusak akibat gempa bumi di wilayah Liang Ambon, Maluku, Jumat (27/9/2019).

Foto: dok. BNPB
Penyebab para pengungsi diserang penyakit karena lingkungan yang kurang bersih

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengungsi korban gempa bumi di Ambon mulai terserang penyakit Infeksi Saluran Pernafasan (Ispa) dan hipertensi.

Kepala Dinas Kesehatan kota Ambon Wendy Pelupessy mengatakan, ribuan pengungsi yang menempati sejumlah lokasi di kota Ambon mulai terserang penyakit ispa dan hipertensi.

"Hasil pemeriksaan petugas kesehatan paling banyak keluhan warga baik anak-anak maupun orang dewasa terserang ispa dan hipertensi karena ketakutan akan terjadinya gempa susulan," katanya, di Ambon, Sabtu (28/9).

Dijelaskannya, penyebab para pengungsi diserang penyakit karena lingkungan yang kurang bersih, minimnya air bersih, dan tidak tersedianya fasilitas MCK (mandi, cuci, kakus) yang memadai di lokasi pengungsian.

"Kurangnya ketersediaan air bersih di lokasi maupun MCK, mempengaruhi warga terkena dampak penyakit ispa, sedangkan penyakit hipertensi karena warga terganggu informasi hoaksakan terjadinya tsunami," katanya.

Wendy menyatakan, pihaknya menyiagakan 45 posko kesehatan di lima kecamatan ditambah layanan keliling. Posko kesehatan, para pengungsi bisa memeriksakan tekanan darah maupun mendapatkan obat.

"Stok obat tersedia di posko maupun layanan keliling, karena itu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan dapat memeriksakan kesehatan di petugas," ujarnya.

Ia menambahkan, posko akan disiagakan hingga kondisi benar-benar aman yakni para pengungsi kembali ke rumah. "Kita menunggu arahan ketua posko bencana jika kondisi aman dan masyarakat sudah kembali ke rumah, pelayanan dapat dilanjutkan di puskemas terdekat," tandas Wendy.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA