Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Serangan Israel Kembali Tewaskan Seorang Warga Palestina

Sabtu 28 Sep 2019 05:43 WIB

Rep: Dian Erika Nugraheny/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Rakyat Palestina menggelar demonstrasi di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, Rabu (15/5). Palestina memperingati Hari Nakbah ke-71 yang menandai pengusiran massal mereka saat perang Timur Tengah 1948. Demonstrasi terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Rakyat Palestina menggelar demonstrasi di perbatasan Israel dengan Jalur Gaza, Rabu (15/5). Palestina memperingati Hari Nakbah ke-71 yang menandai pengusiran massal mereka saat perang Timur Tengah 1948. Demonstrasi terjadi di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Foto: AP
Pemerintah Palestina menyebut Korban tewas akibat luka tembak pasukan Israel

REPUBLIKA.CO.ID, GAZA -- Pasukan Israel kembali menembak salah satu warga Palestina yang mengikuti aksi Great March of Return.  Demonstran berusia 20 tahun itu meninggal dunia akibat tembakan di bagian dada. 

Baca Juga

Kementerian Kesehatan Palestina, mengatakan korban bernama Sahar Othman. Sahar mengalami luka tembak yang fatal saat berdemonstrasi di dekat Rafah di Gaza selatan pada Jumat (27/9). 

Dilansir dari Middle East Eye, Sabtu (28/9), Israel menyerang Gaza setelah serangan roket di tengah meningkatnya kerusuhan. Sementara itu, seorang juru bicara militer Israel mengatakan tentara tidak mengomentari secara spesifik kematian warga Palestina itu. 

Menurut Israel,  ada sekitar 7.000 demonstran yang mengambil bagian dalam protes di beberapa lokasi di sepanjang pagar yang memisahkan Israel dan Gaza. Juru bicara itu mengatakan beberapa pengunjuk rasa melemparkan bom dan alat peledak ke pasukan Israel, menyebabkan kerusakan pada dua kendaraan militer mereka. 

Meskipun ada laporan bahwa pemuda berusia 20 tahun yang meninggal tersebut  ditembak dan tewas, juru bicara itu mengatakan pasukan Israel tidak menembak secara langsung. Israel hanya menggunakan 'cara penyebaran kerusuhan' untuk menekan para pengunjuk rasa. Juru bicara menolak untuk menentukan tindakan apa yang diambil terhadap para demonstran

Sebagaimana diketahui, Palestina telah melakukan protes mingguan di sepanjang perbatasan Gaza dengan Israel selama 18 bulan terakhir. Gelombang demonstrasi ini dikenal sebagai Great March of Return.

Para demonstran telah menyerukan agar Israel mengembalikan warga Palestina ke rumah leluhur mereka di tempat yang sekarang disebut Israel, tempat keluarga mereka diusir pada tahun 1948. Namun, pasukan Israel dengan keras menindak aksi protes secara damai itu, menggunakan tembakan langsung dan gas air mata dalam upaya untuk membubarkan demonstran dan mendorong mereka kembali dari perbatasan.

Setidaknya 210 warga Palestina telah terbunuh oleh pasukan Israel sejak protes dimulai pada Maret 2018, menurut pejabat medis setempat. Satu tentara Israel ditembak mati oleh penembak jitu Palestina dan yang lainnya tewas dalam serangan yang gagal sejak protes dimulai.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA