Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Monday, 30 Jumadil Akhir 1441 / 24 February 2020

Wapres JK Minta Aksi Nyata Dunia soal Palestina

Sabtu 28 Sep 2019 03:02 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah

Wakil Presiden Jusuf Kalla di sela kegiatan hari keempat Sidang Umum PBB di New York, Kamis (26/9).

Wakil Presiden Jusuf Kalla di sela kegiatan hari keempat Sidang Umum PBB di New York, Kamis (26/9).

Foto: dok. Setwapres
JK menyebut perdamaian di dunia tidak tercapai jika masalah Palestina belum selesai

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Wakil Presiden Jusuf Kalla mewakili Indonesia menyinggung kembali masalah perdamaian Palestina yang belum juga menemukan solusi. JK mengatakan, perdamaian di dunia tidak akan tercipta jika perdamaian Timur Tengah tidak terjadi, salah satunya masalah Palestina yang belum juga selesai.

Karena itu, saat menyampaikan Pidato Nasional di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (SMU PBB) ke-74 di General Assembly Hall, Markas Besar PBB, New York, Jumat pagi (27/9), JK meminta negara-negara PBB mencarikan solusi bersama.

"Penyelesaian berdasarkan two state solution tidak dapat ditinggalkan. Masyarakat internasional perlu bersatu untuk mencari solusi," ujar JK sebagaimana keterangan yang diterima wartawan, Jumat (27/9) malam.

Di sisi lain, JK juga berharap bangsa Palestina bersatu padu. Sebab, JK menilai persatuan di Palestina akan menjadi modal dasar bangsa tersebut untuk melanjutkan perjuangan.

"Tanpa persatuan, energi akan terkuras habis dan perjuangan tidak akan selesai," ujar JK.

Adapun pernyataan JK terkait Palestina tersebut, bagian dari poin yang ditekankan Indonesia di Sidang Umum PBB kali ini yakni pentingnya menjaga perdamaian dunia. JK mengungkap, 74 tahun lalu negara sepakat mendirikan PBB agar tercipta perdamaian dunia.

JK melanjutkan, perang, konflik yang terjadi di mana pun selalu membawa kesengsaraan bagi umat manusia, terutama wanita dan anak-anak. Selain itu, perang dan konflik juga merusak pembangunan yang telah dibangun  bertahun tahun. 

"Infrastruktur hancur, kegiatan ekonomi, pendidikan dan kesehatan semua menjadi terganggu. Singkat kata, perang dan konflik pasti akan menghancurkan harapan tercapainya target SDG's," ujar JK.

Karena itu, Indonesia dan negara lain begitu prihatin masih terjadinya perang dan konflik di dunia. Ia melanjutkan, di saat konflik dan perang lama belum banyak terselesaikan, justru konflik baru bermunculan… termasuk di Timur Tengah.

"Serangan-serangan yang telah menghancurkan fasilitas sipil dan infrastruktur ekonomi di Timur Tengah, tidak saja membahayakan perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah. Namun juga memusnahkan harapan dan masa depan masyarakat yang terdampak, khususnya perempuan dan anak-anak," ujar JK.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA