Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Tuesday, 13 Jumadil Akhir 1442 / 26 January 2021

Imbau Shalat Istisqa, DMI: Doa untuk Semua Wilayah Indonesia

Jumat 27 Sep 2019 18:32 WIB

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: Nashih Nashrullah

Logo Dewan Masjid Indonesia

Logo Dewan Masjid Indonesia

Shalat istisqa dilakukan untuk meminta hujan secara nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengeluarkan imbauan kepada masjid-masjid di daerah melakukan shalat istisqa. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari usaha meminta pertolongan dari Allah SWT.

"Imbauan sudah kita keluarkan. Itu untuk semua wilayah di Indonesia kita ajak ikut," ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) DMI, Imam Addaruquthni, kepada Republika.co.id, Jumat (27/9).

Shalat istisqa, menurutnya, bukan hanya doa yang ditujukan untuk satu daerah saja. Doa ini dipanjatkan untuk seluruh wilayah di Indonesia yang kini sedang mengalami krisis air dan kekeringan serta menanti turunnya hujan. 

Baca Juga

Dia menyebut beberapa daerah sudah melakukan shalat istisqa ini. Di antaranya wilayah yang mengalami dampak kebakaran hutan dan lahan Riau dan wilayah lain seperti Bangka Belitung dan Pekalongan. 

Imam mengaku tidak tahu secara pasti daerah mana saja yang sudah melakukan shalat ini. Karena menurutnya DMI bukanlah lembaga yang melakukan kontrol penuh atas kegiatan yang dilakukan setiap masjid di Indonesia.

"Kita tidak cek juga bagaimana pelaksanaannya, tapi beritanya kan ada. Kita bukan pelaksana law enforcement, ini kan imbauan," lanjutnya. Meski demikian, dia berharap setiap daerah bisa melakukan shalat istisqa sebagai bentuk berserah dan meminta bantuan dari Allah SWT.

Sebelumnya, DMI sudah mengeluarkan imbauan untuk melaksanakan shalat meminta hujan ini. Utamanya shalat istisqa dilakukan oleh pengurus rumah ibadah atau masjid.

Imbauan ini disampaikan Direktur Program DMI, Munawar Fuad Noeh, saat berada di Gedung Graha BNPB Jakarta. Kala itu, dia fokus mengimbau kepada daerah yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).   

Menurutnya upaya tersebut sebagai salah satu langkah yang bisa dilakukan umat Muslim agar bencana Karhutla segera teratasi. Para pengurus juga diminta menjadikan masjid sebagai pusat singgah penampungan dan evakuasi kabut asap.

Karhurla kini tidak bisa lagi dikatakan sebagai musibah atau ujian. Statusnya kini bisa dikatakan sebagai sebuah peringatan kepada manusia karena eksploitasi terhadap alam yang berlebihan mengakibatkan bencana besar "Solusi terbaik dan tercepat adalah kita memohon adanya rahmat dan pertolongan dari Allah SWT," lanjutnya.

Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdul Salam, menyebut belum ada rencana untuk melaksanakan shalat istisqa. Sampai saat ini dia belum mendapat arahan untuk nelakukan ibadah tersebut. 

"Belum ada rencana lagi. Terakhir Istiqlal mengadakan shalat istisqa juga sudah lama. Kalau tidak salah masanya Imam Besar Almarhum Musthafa Yakub," ujarnya.

Dia mengatakan ada beberapa jamaah yang menanyakan perihal pelaksanaan shalat istisqa. Terakhir pada awal bulan lalu jamaah juga mengudulkan agar Masjid Istiqlal turut melakukan shalat minta hujan ini. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA