Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Wednesday, 4 Syawwal 1441 / 27 May 2020

Tanker Inggris Tinggalkan Perairan Iran

Jumat 27 Sep 2019 15:13 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Ani Nursalikah

Kapal cepat Garda Revolusi Iran mengelilingi kapal tanker minyak berbendera Inggris Stena Impero pada Ahad, 21 Juli 2019 di pelabuhan Iran di Bandar Abbas, setelah kapal itu ditangkap di Selat Hormuz dua hari sebelumnya.

Kapal cepat Garda Revolusi Iran mengelilingi kapal tanker minyak berbendera Inggris Stena Impero pada Ahad, 21 Juli 2019 di pelabuhan Iran di Bandar Abbas, setelah kapal itu ditangkap di Selat Hormuz dua hari sebelumnya.

Foto: Morteza Akhoondi/Tasnim News Agency via AP
Iran menahan tanker Stena Impero selama dua bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Tanker berbendera Inggris Stena Impero dilaporkan mulai bergerak dan keluar dari Pelabuhan Bandar Abbas, Iran, Jumat (27/9). Pasukan Garda Revolusi Iran telah menahan kapal tersebut sejak 19 Juli lalu.

Menurut data pelacakan kapal Refinitiv, Stena Impero telah menetapkan tujuan baru, yakni Pelabuhan Rashid di Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Dari Bandar Abbas, jarak ke sana sekitar 250 kilometer. Refinitiv melaporkan Stena Impero melaju dengan kecepatan normal dan akan tiba di tujuan dalam waktu kurang dari sehari.

Pada Rabu lalu, Kementerian Luar Negeri Iran memang telah mengatakan perintah pencabutan penahanan Stena Impero telah diselesaikan. Tapi penyelidikan terhadap kapal sedang berlangsung.

Pasukan Garda Revolusi Iran menangkap dan menahan Stena Impero saat sedang melintasi Selat Hormuz pada 19 Juli lalu. Kapal itu ditangkap karena disebut melalui kanal yang salah dan membahayakan keselamatan, keamanan pengiriman serta navigasi.

Stena Impero ditangkap dua pekan setalah Marinir Kerajaan Inggris menahan tanker Iran, Grace 1, saat sedang melintasi Selat Gibraltar. Grace 1 ditahan karena diduga hendak mengirim pasokan minyak ke Suriah yang tengah berada di bawah sanksi Uni Eropa. Iran memprotes penangkapan tersebut. Ia menilai, Inggris telah melakukan aksi pembajakan.

Setelah hampir dua bulan ditahan otoritas Gibraltar, Grace 1 kemudian dibebaskan. Namun, kapal itu berubah nama menjadi Adrian Darya 1.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA