Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Monday, 12 Jumadil Akhir 1442 / 25 January 2021

Ini Alasan Milk Tea Sangat Populer di Cina

Kamis 26 Sep 2019 14:48 WIB

Rep: Puti Almas/ Red: Nora Azizah

Teh susu.

Teh susu.

Foto: Flickr
Teh susu menjadi minuman yang bisa ditemukan hampir di setiap sudut kota.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Susu dalam secangkir teh bukanlah hal yang baru di Hong Kong. Terdapat sejarah panjang yang pada akhirnya membuat teh susu menjadi minuman populer di kota otonom Cina tersebut.

Dilansir melalui SCMP, Kamis (26/9), pada awalnya, susu evaporasi dicampurkan dalam secangkir teh karena menjadi pengganti susu segar yang terlalu mahal bagi orang-orang di Hong Kong. Bahkan, dahulu susu segar sulit untuk didapatkan.

Pada akhirnya, teh susu menjadi minuman yang dapat ditemukan di hampir setiap blok di Hong Kong. Orang-orang di kota ini diprediksi dapat meminum 2,5 juta cangkir teh susu setiap tahunnya atau sama besarnya dengan 8,5 kolam ukuran olimpiade.

Meski susu dalam teh bukanlah hal yang baru, rendisi Hong Kong sangat unik. Minuman ini terdiri atas campuran teh dari daun teh hitam yang sangat teroksidasi dan susu evaporasi, dengan rasio umum 70 hingga 30.

Teh kemudian direbus dan disaring melalui saringan kain beberapa kali, yang disebut sebagai proses menarik. Ada beberapa orang yang mengatakan teh yang disajikan dengan cara ditarik (seperti teh tarik) sebenarnya merusak minuman.

Untuk membuat secangkir teh susu secara tepat dan nikmat, kantong teh direbus dalam teko tinggi, disaring beberapa kali dan kemudian dikombinasikan dengan sesendok susu evaporasi. Perlu dicatat bahwa  tetap bukan susu segar yang digunakan.

Baca Juga

Meski teh berasal dari Cina, sebenarnya yang digunakan pada teh susu di Hong Kong adalah daun teh yang berasal dari Sri Lanka, karena pengaruh Inggris dari masa kolonial di kota itu dan dikenal sebagai teh ceylon. Pada dasarnya, semua jenis teh, mulai dari teh hijau, hitam, putih, oolong dan lainnya berasal dari satu tanaman bernama Camellia Sinensis.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA