Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Keistimewaan Sungai Nil

Kamis 26 Sep 2019 11:11 WIB

Rep: Islam Digest Republika/ Red: Agung Sasongko

Mesir: Sungai Nil dari Lembah Raja-raja (Dasar) hingga ke Kairo dan Alexandria. Titik-titik cahaya bagian kanan memperlihan Gaza, Israel, Suriah dan Joran di potongan barat Mediteran

Mesir: Sungai Nil dari Lembah Raja-raja (Dasar) hingga ke Kairo dan Alexandria. Titik-titik cahaya bagian kanan memperlihan Gaza, Israel, Suriah dan Joran di potongan barat Mediteran

Foto: Lights of Mankind: Earth at From Space/NASA
Sungai Nil memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan sungai-sungai lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sungai Nil memiliki kelebihan dan keistimewaan dibandingkan sungai-sungai lain di dunia. Di samping panjangnya mencapai 6.670 km yang membentang dari selatan ke utara, Sungai Nil juga membentang pada garis 3,30 derajat Lintang Selatan sampai 31 derajat Lintang Utara. Dengan kata lain, sungai ini memotong lebih dari 34,5 derajat garis Lintang.

Inilah yang membedakan Nil dengan sungai-sungai lainnya di dunia, karena kebanyakan sungai di dunia mengalir ke arah timur atau ke barat. Sebaliknya, Sungai Nil merupakan sungai yang mengalir melalui daerah-daerah yang beragam dan dengan iklimnya yang bermacam-macam pula.

Di daerah hulu, Sungai Nil bersumber dan mengalir dari daerah yang beriklim tropis dan berdataran tinggi. Kemudian, melewati beberapa sumbernya yang lain di daerah semitropis. Lalu, melewati daerah lembah pegunungan yang beriklim subtropis.

Dari arah Ethiopia yang beriklim sub-seasonal, salah satu sumbernya mengalir ke negara ini. Sungai Nil juga melewati daerah Sudan yang merupakan daerah yang dipenuhi hujan pada musim panas dan kekeringan musim dingin. Setelah itu, ia menerobos membelah daerah padang pasir yang ganas dan bermuara di daerah Mesir, yang beriklim laut tengah.

Dengan demikian, Sungai Nil mengalir dari daerah hijau yang terletak pada garis khatulistiwa ke daerah padang pasir yang sangat tandus di bagian utara benua Afrika. Dengan begitu, setiap Nil mengalir satu langkah, dia akan kehilangan sebagian airnya.

''Jadi, semakin ke hilir, airnya semakin berkurang. Hal ini berbeda dengan sungai-sungai lain di dunia, di mana semakin ke hilir semakin banyak muatan airnya,'' tulis Iman Firdaus, asal Pandeglang, Banten, seorang alumnus Pascasarjana dari Zamalek Univesity, Kairo, sebagaimana dikutip rumahdunia.net.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA