Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Pertamina Kucurkan Dana 500 Juta untuk UMKM Surabaya

Rabu 25 Sep 2019 15:42 WIB

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Gita Amanda

Pertamina

Pertamina

Foto: borneomagazine.com
Pengembangannya dijalankan dengan konsep desa wisata berwawasan lingkungan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pertamina mengucurkan dana sekitar Rp 500 juta untuk mengembangkan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang tinggal di bantaran Sungai Jambangan, Kota Surabaya.

Pengembangannya dijalankan dengan konsep desa wisata berwawasan lingkungan. Bantaran sungai ditata sedemikian rupa sehingga menjadi destinasi wisata, serta para pelaku UMKM diberdayakan agar bisa menghasilkan berbagai produk unggulan yang menarik bagi wisatawan.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V Jatim Bali Nusa Tenggara Rustam Aji, mengatakan, untuk memberdayakan UMKM di bantaran Sungai Jambangan, Pertamina menggagas program CSR Kampung Pejabat atau Pusat Ekonomi Jambangan Hebat dengan area seluas 300 hektar mencakup 4 kelurahan di Kecamatan Jambangan.  Program ini dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 2018 hingga lima tahun ke depan.

“Dalam dua tahun ini, Program Kampung Pejabat telah membuka lapangan kerja baru, terutama bagi pelaku UMKM dari kalangan ibu-ibu. Melalui pendampingan usaha, bantuan modal dan pemasaran, kini usaha mereka sudah mulai mandiri,” ujar Rustam melalui siaran persnya, Rabu (25/9)

Berbagai usaha yang tumbuh di Kampung Pejabat, lanjut Rustam, antara lain W-queen, Bixo, Sweger, Ces Plong, Ayam Geprek, Rose Catering, Telur Asin, Dapur Mama, Frozen dan Abon. Mereka rata-rata mendapat penghasilan Rp 5 juta per bulan.

“Para pelaku UMKM juga banyak yang single parent, sehingga program ini sangat membantu mereka dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari serta untuk biaya menyekolahkan anak-anaknya,” imbuh Rustam.  

Menurut Rustam Aji, Program Kampung Pejabat, tak hanya menumbuhkan pelaku UMKM, tetapi juga mengubah budaya masyarakat di bantaran sungai, yang sebelumnya menganggap sungai hanya sebagai bagian belakang rumahnya, kini menjadi bagian terdepan atau teras rumahnya yang harus dijaga kebersihan dan kelestariannya.



Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA