Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Saturday, 30 Jumadil Awwal 1441 / 25 January 2020

Rahasia Liverpool Hancurkan Barcelona

Rabu 25 Sep 2019 00:03 WIB

Red: Didi Purwadi

Liverpool merayakan juara Liga Champions 2018/2019.

Liverpool merayakan juara Liga Champions 2018/2019.

Foto: AP Photo/Francisco Seco
Menghancurkan Barcelona adalah pencapaian terbesar Juergen Klopp.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Musim lalu menjadi musim yang indah bagi Liverpool. Sempat diprediksi tersingkir karena menelan kekalahan 0-3, Liverpool sebaliknya justru mampu membalikkan keadaan dengan menghancurkan Barcelona 4-0.

The Reds akhirnya melaju ke final Liga Champions menghadapi Tottenham Hotspur. Setelah menantikan selama 14 tahun, Liverpool pun kembali menggenggam ‘Si Kuping Besar’ dengan menekuk Spurs 2-0.

Pelatih Juergen Klopp sukses membawa Liverpool meraih trofi Liga Champions untuk keenam kalinya. Ia setahun sebelumnya juga sukses membawa Liverpool ke partai puncak Liga Champions. Pada 2013, pelatih asal Jerman ini juga berhasil membawa Borussia Dortmund ke final Liga Champions.

Di Liga Primer Inggris, Klopp musim lalu mampu Liverpool menempel ketat Manchester City di posisi kedua klasemen. Pelatih berusia 52 tahun ini dua kali mempersembahkan gelar Bundesliga Jerman bagi Borussia Dortmund.

Namun, sepanjang 18 tahun karier kepelatihannya sejak menangani Mainz pada 2001, semua itu bukan kemenangan terbesar Klopp. Tapi, kata Klopp, menghancurkan Barcelona adalah pencapaian terbesarnya.

‘’Kemenangan terbesarku sebagai seorang manager lahir dari sebuah bencana,’’ kata Klopp ketika menceritakan momen Liverpool menghempaskan Barcelona 4-0 di leg kedua babak semifinal Liga Champions di Stadion Anfield pada 7 Mei 2019.

photo
Juergen Klopp (kanan) merayakan keberhasilan Liverpool ke final Liga Champions bersama para pemainnya.

Ya, kemenangan yang terlahir dari sebuah bencana. Bencana pertama yakni Liverpool menelan kekalahan telak 0-3 dari tuan rumah Barcelona di Camp Nou pada 1 Mei 2019.  Kekalahan tersebut membuat Liverpool saat itu langsung diprediksikan bakal tersingkir, apalagi lawannya adalah tim kuat langganan juara Liga Champions.

Bencana kedua yakni dua striker andalan Liverpool, Mohamed Salah dan Roberto Firmino, tidak bisa tampil di leg kedua karena mengalami cidera. ‘’Kalah telak 0-3 dari Barcelona di Liga Champions musim lalu adalah kekalahan terburuk yang sulit dibayangkan,’’ katanya, kepada Players Tribune, Senin (24/9).

‘’Saya saat itu mengatakan bahwa kita harus bermain tanpa dua striker terbaik dunia (Salah dan Firmino),’’ kata Klopp. ‘’Dunia di luar sana mengatakan itu tidak mungkin (Liverpool menyingkirkan Barcelona).’’

Liverpool akhirnya mampu membalikkan prediksi kebanyakan orang dengan melibas Barcelona 4-0. Dan, berikut rahasianya yang diceritakan Klopp kepada Players Tribune.

photo
Divock Origi, penyerang Liverpool, membobol gawang Barcelona FC dalam pertandingan babak pertama leg kedua semifinal Liga Champions di Stadion Anfield, Liverpool, 7 Mei 2019. (kredit: EPA)

‘’Dunia di luar sana saat itu mengatakan tidak mungkin (kami mengalahkan Barcelona). Dan, jika mau jujur, saat itu memang hampir sangat tidak mungkin,’’ katanya. ‘’Tapi, saya katakan,'ini kalian (Liverpool). Karena kalian Liverpool, maka segalanya sangat mungkin'.’’

Klopp yakin dengan kemampuan Liverpool membalikkan keadaan. ‘’Saya benar-benar sangat percaya dengan keyakinan tersebut. Ini bukan soal kemampuan teknik mereka sebagai seorang pemain sepak bola. Ini tentang mereka sebagai manusia, tentang segala sesuatu yang mereka hadapi dalam kehidupan,’’ kata Klopp.

Akhirnya, kata-kata Klopp berikut yang membuat pemain Liverpool sangat bersemangat menghancurkan Barcelona. ‘’Satu-satunya hal yang saat itu saya tambahkan yaitu,’Jika kita gagal, maka gagal lah dengan cara terindah’,’’ ujar Klopp.

‘’Tentu saja, mudah bagi saya karena saya hanya berbicara. Saya hanya orang yang berteriak dari pinggir lapangan,’’ katanya. ‘’Tentu jauh lebih sulit bagi para pemain karena mereka yang melakukannya di lapangan.’’

‘’Tapi karena anak-anak itu adalah Liverpool, karena 54.000 fan di Anfield, kami akhirnya bisa melakukan sesuatu hal yang mustahil tersebut,’’ ujar Klopp.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA