Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sleman Sisakan Dua Desa Capai Target Destana

Selasa 24 Sep 2019 18:45 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Yusuf Assidiq

Kantor Pemkab Sleman.

Kantor Pemkab Sleman.

Foto: Wahyu Suryana.
Hingga kini, sudah ada 53 Destana yang dikukuhkan Pemkab Sleman.

REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Pemkab Sleman, DIY, kembali mengukuhkan Desa Tangguh Bencana (Destana). Kali ini, pengukuhan dilakukan kepada Desa Selomartani di Kecamatan Kalasan yang menjadi Destana ke-53 di Kabupaten Sleman.

Pengukuhan ditandai pemberian SK kepada 30 orang Tim Destana Desa Selomartani oleh Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun. Seperti biasa, pengukuhan diawali pelaksanaan gladi lapang BPBD Kabupaten Sleman.

Gladi lapang bencana tidak cuma diikuti BPBD dan Tim Destana, tapi melibatkan pula masyarakat. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Joko Supriyanto menekankan, gladi lapang penting terus dilaksanakan.

"Untuk meningkatkan peran serta warga masyarakat, khususnya kelompok rentan dalam pengelolaan sumber daya dalam rangka mengurangi risiko bencana," kata Joko, di Lapangan Desa Selomartani, Selasa (24/9).

Selain itu, gladi lapang dapat berfungsi untuk meningkatkan kerja sama antar pemangku kepentingan dalam PRB. Mulai dari pemda, warga sekolah, sektor swasta, perguruan tinggi, dan kelompok-kelompok lain.

Joko mengingatkan, hingga kini sudah ada 53 Destana yang dikukuhkan Pemkab Sleman. Artinya, tersisa dua desa lagi untuk mencapai target pengukuhan 55 Destana di Kabupaten Sleman untuk tahun ini.

Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun menyampaikan, saat ini Pemkab Sleman tidak cuma bertindak responsif atas kejadian bencana. Tapi, akan mengusahakan tindakan preventif.

Salah satunya, lanjut Sri, melalui pengelolaan risiko bencana. Ia menilai, antisipasi dini dalam bentuk gerakan penanggulangan bencana menjadi arti penting tersendiri bagi masyarakat Kabupaten Sleman.

Terlebih, jika berbicara tentang bencana, tidak ada yang tidak luput sebagai target. Tapi, sisi lain, Sri menekankan, manusia harus dapat mengusahakan agar mampu melakukan penanggulangan secara baik.

"Kegiatan ini harus dilakukan dengan perencanaan yang matang dan sistematis," ujarnya.

Sri menegaskan, perencanaan yang matang dan sistematis masih perlu diimbangi sistem yang integral dan strategi yang tepat waktu. Sehingga, implementasi gladi lapang dapat dilaksanakan optimal.
 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA