Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Wednesday, 13 Safar 1442 / 30 September 2020

Peserta KB di Sleman Diklaim Naik 76 Persen

Selasa 24 Sep 2019 23:00 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Muhammad Hafil

Keluarga Berencana, ilustrasi

Keluarga Berencana, ilustrasi

Sleman telah memiliki 215 keluarga balita.

REPUBLIKA.CO.ID,SLEMAN -- Wakil Bupati Sleman, Sri Muslimatun, mengungkapkan adanya peningkatan jumlah peserta Keluarga Berencana (KB) di Kabupaten Sleman. Bahkan, peningkatannya disebut mencapai 67 persen.

Baca Juga

"Peserta KB aktif Kabupaten Sleman pada 2018 110.243 orang, jumlah ini meningkat 10.719 orang dari tahun sebelumnya atau 76 persen pasangan usia subur di Kabupaten Sleman," kata Sri, Selasa (24/9).

Hal itu disampaikan saat menyambut kedatangan Tim Monev Bakti Sosial TNI Manunggal KB Kesehatan (TMKK). Mereka mengunjungi Kampung KB di Desa Merdikorejo, Kecamatan Tempel.

Ia menilai, TMKK merupakan bentuk sinergitas TNI, Pemkab Sleman dan masyarakat. Utamanya, dalam mempromosikan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) dan Keluarga Berencana (KB).

Sri berpendapat, kolaborasi ini terbukti berkontribusi menyukseskan program KB di Kabupaten Sleman. Ia berharap, KB diikuti kaum pria karena ada wanita yang tidak dapat mengikuti atas alasan kesehatan.

Selain itu, ia menekankan, TMKK tidak cuma menyasar program-program KB. Tapi, lanjut Sri, memiliki tugas pula untuk berusaha tingkatkan kualitas dan kesejahteraan keluarga.

"Saat ini, di Kabupaten Sleman telah terbentuk 215 Kelompok Keluarga Balita (KKB), 148 Bina Keluarga Remaja (BKR) dan 180 Bina Keluarga Lansia (BKL)," ujar Sri.

Mewakili Tim Monev, Sri Herawati, memberikan pujian atas kinerja TMKK Kabupaten Sleman. Ia merasa, monitoring dan evaluasi yang telah dilaksanakan menunjukkan hasil yang terbilang sangat memuaskan.

Terlebih, kata Sri, tidak banyak daerah-daerah yang mengeluarkan SK Bupati. Ia berharap, hasil penilaian itu dapat dipertahankan dan diteruskan agar dapat memberi manfaat kepada masyarakat luas.

"Ini bagus semua ya penilaiannya, seperti SK, kalau di tempat lain biasanya punya tapi tidak bisa ditunjukkan saat diperiksa seperti ini, tapi di sini semuanya lengkap," kata Sri.

Pada kesempatan itu, Tim Monev sendiri berjumlah 20 orang terdiri dari TNI, Polisi, Persit, Pemda DIY dan TPPKK DIY. Tim Monev telah mengunjungi Kabupaten Bantul, dan akan mengunjungi kabupaten/kota lain.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA