Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Wednesday, 15 Sya'ban 1441 / 08 April 2020

Rouhani: Kami Serukan Perdamaian dan Stabilitas

Selasa 24 Sep 2019 14:41 WIB

Rep: Kamran Dikarma/Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Presiden Iran Hassan Rouhani

Presiden Iran Hassan Rouhani

Foto: AP
Inggris, Jerman, dan Prancis mendukung AS dalam menuding Iran dalang serangan.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Presiden Iran Hassan Rouhani akan menyampaikan pesan perdamaian dan stabilitas dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat (AS). "Pesan kami kepada dunia di pertemuan PBB adalah perdamaian, stabilitas, dan kami juga ingin menyampaikan kepada dunia situasi di Teluk Persia sangat sensitif," ujar Rouhani dilaporkan kantor berita IRNA, Senin (23/9).

Pernyataan Rouhani muncul setelah Inggris, Jerman, dan Prancis mendukung AS dalam menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan terhadap fasilitas minyak Saudi Aramco pada 14 September lalu. "Jelas bagi kami Iran bertanggung jawab atas serangan ini. Tidak ada penjelasan masuk akal lainnya. Kami mendukung penyelidikan yang sedang berlangsung untuk menetapkan perincian lebih lanjut," kata ketiga negara dalam sebuah pernyataan bersama.

Prancis, Jerman, dan Inggris pun meminta Iran menegosiasikan program nuklirnya. "Sudah tiba saatnya bagi Iran menerima negosiasi tentang kerangka kerja jangka panjang untuk program nuklirnya serta masalah-masalah yang berkaitan dengan keamanan regional, termasuk program misilnya," ujar mereka.

Baca Juga

photo
Sebuah lubang terlihat di sebuah bagian separator di lantai saat pekerja memperbaiki kerusakan akibat serangan drone dan rudal di fasilitas pengolahan minyak Aramco di Abqaiq, Arab Saudi, Jumat (20/9). Saudi memfasilitasi jurnalis mengunjungi fasilitas tersebut.

Pada 14 September lalu, dua fasilitas minyak milik Saudi Aramco di Abqaiq dan Khurais diserang  10 pesawat nirawak (drone). Serangan itu menyebabkan sebagian area pabrik terbakar.

Serangan itu dilaporkan memangkas lima persen produksi minyak dunia. Aramco diketahui merupakan perusahaan minyak milik Pemerintah Saudi yang mengalirkan pasokan terbesar ke pasar minyak dunia.

Kelompok pemberontak Houthi Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, klaim itu diragukan sejumlah negara, termasuk Inggris dan AS. Mereka meyakini Iran yang melancarkan serangan itu.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA