Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

Rabu, 17 Safar 1441 / 16 Oktober 2019

RI-Jepang Tindak Lanjuti Proyek KA Jakarta-Surabaya

Selasa 24 Sep 2019 01:18 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemenhub Hengki Angkasawan (kiri) mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Kepala Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Kemenhub Hengki Angkasawan (kiri) mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Foto: Republika/ Yasin Habibi
RI-Jepang akan teken Summary Record terkait proyek KA Jakarta-Surabaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang dijadwalkan melakukan pertemuan terkait tindak lanjut Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api (KA) Jakarta–Surabaya pada Selasa (24/9) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut akan dilakukan penandatanganan “Summary Record on Java North Line Upgrading Project” antara Pemerintah Indonesia dan Jepang.

“Dijadwalkan Menteri Perhubungan bersama Menteri PUPR akan hadir menyaksikan penandatanganan besok,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Perhubungan Hengki Angkasawan, di Jakarta, Senin.

Penandatanganan akan dilakukan oleh Dirjen Perkeretaapian Kemenhub Zulfikri dan Dirjen Bina Marga Kementerian PUPR Sugiyartanto dari pemerintah Indonesia. Sementara itu, dari pihak Jepang, Direktur Urusan Ekonomi Kedutaan Besar Jepang untuk Indonesia Tadayuki Miyashita dan Perwakilan Senior Badan Kerja Sama Internasional Jepang (Japan International Cooperation Agency/JICA) Kawabata Tomoyuki akan menandatangani dokumen tersebut.

Summary Record merupakan rumusan yang berisi kesepakatan kedua belah pihak terkat beberapa hal teknis. Lebar jalur, jenis konstruksi, sistem persinyalan, desain kecepatan dan jenis sarana perkeretaapian (rollingstock), serta tahapan konstruksi termasuk di dalamnya.

Summary Record juga mencakup sterilisasi Ruang Milik Jalur Kereta Api (Rumija) dengan pembangunan perlintasan tidak sebidang, baik berupa jalan layang (flyover), terowongan (underpass), dan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Selain itu, pemberdayaan industri kereta api nasional atau konten lokal dan skema pembiayaan proyek melalui Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Rumusan tersebut sangat penting bagi kelancaran tahapan selanjutnya dari Proyek Peningkatan Kecepatan KA Jakarta–Surabaya, yaitu pelaksanaan Preparatory Survey oleh Tim JICA yang dijadwalkan akan selesai pada Oktober 2020. Dengan potensi permintaan perjalanan KA Jakarta–Surabaya yang semakin besar, pemerintah berupaya untuk meningkatkan pelayanan, dan kapasitas angkut melalui Proyek Peningkatan Kecepatan Kereta Api Jakarta-Surabaya.

Proyek ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang diatur dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional (PSN) sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2018. Melalui proyek ini, diharapkan semakin meningkatkan pelayanan KA.

Beberapa manfaat dari dibangunnya proyek ini yaitu mempercepat waktu tempuh perjalanan KA Jakarta–Surabaya menjadi sekitar 5,5 jam, meningkatkan keselamatan karena tidak ada lagi perlintasan sebidang, dan diharapkan dapat memberdayakan industri dalam negeri melalui optimalisasi konten lokal dalam pembangunan proyek.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA