Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Sunday, 21 Safar 1441 / 20 October 2019

Perang Dagang, Perusahaan AS Pindah Pabrik dari China

Senin 23 Sep 2019 16:52 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Gegara Perang Dagang, Perusahaan AS Ini Fiks Pindah Pabrik dari China ke . . . .. (FOTO: TechCrunch)

Gegara Perang Dagang, Perusahaan AS Ini Fiks Pindah Pabrik dari China ke . . . .. (FOTO: TechCrunch)

Apple mulai mencari komponen paket baterai untuk iPhone lokal dari produsen India

Warta Ekonomi.co.id, Surakarta

Apple mulai mencari komponen paket baterai untuk iPhone lokal dari produsen India, Flex. Hal itu merupakan langkah dari upaya Apple mencari pusat manufaktur baru di tengah perang dagang, sekaligus berkontribusi dalam kampanye 'Make in India'.

Kesepakatan dengan pabrik Flex di India merupakan kemitraan terbaru Apple di negara itu, setelah menggandeng Foxconn dan Wistron di Chennai dan Bengaluru. Selain itu, Apple juga sudah mendapatkan mitra pengisi daya lokal, yakni perusahaan Finlandia bernama Salcomp.

"Flex akan membuat paket baterai untuk Apple. Persediaan komponen sudah mulai (dipasok) untuk iPhone yang dijual di India, serta untuk ekspor," kata seorang eksekutif industri senior kepada Economic Times, dikutip dari Kr-Asia, Senin (23/9/2019).

Baca Juga: Dampak Perang Dagang, Google Niat Pindah Pabrik dari China ke....

Direktur Counterpoint Research, Neil Shah yang berbasis di Hong Kong menilai, meski langkah Apple itu tergolong positif, nyatanya paket baterai hanya berkontribusi sedikit terhadap nilai produk iPhone, sebab hanya menyumbang sekitar 1% nilai tambah.

Shah mengatakan, "ketika iPhone mulai memasang circuit board sendiri dan bertanggung jawab atas lebih dari setengah biaya produksi, maka nilai yang lebih nyata dapat diciptakan."

Produsen ponsel lain, seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Lava telah mulai memasang papan itu secara lokal selama beberapa tahun terakhir.

Pangsa pasar Apple di India lebih rendah dibandingkan pemain lain karena produknya dijual dengan harga tinggi (US$700 hingga US$911), dibandingkan merek China yang dijual di kisaran US$281 hingga US$421.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA