Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Lagi, Anak Usaha Gojek di Vietnam Ditinggal Petingginya

Senin 23 Sep 2019 08:46 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Lagi-lagi Go-Viet Ditinggal Petingginya. (FOTO: Boxcar)

Lagi-lagi Go-Viet Ditinggal Petingginya. (FOTO: Boxcar)

GM Go-viet, Christy Trang Le, memutuskan mengundurkan diri dari anak usaha Gojek

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

General Manager Go-viet, Christy Trang Le, memutuskan mengundurkan diri dari anak usaha Gojek yang beroperasi di Vietnam itu. Padahal, ia baru bergabung lima bulan lalu, atau tepatnya pada April 2019.

Bukan itu saja, Le merupakan pimpinan ketiga yang hengkang dari Go-viet sejak pesaing Grab tersebut berdiri tahun lalu. Pada Maret kemarin, Direktur Umum, Nguyen Vu Duc dan Wakil Direktur Umum Go-viet, Nguyen Bao Linh, sudah mengundurkan diri. Go-viet sempat beroperasi tanpa pemimpin sebelum kehadiran Le satu bulan kemudian.

"Kami selalu bekerja keras untuk menemukan jalan yang dapat disepakati bersama. Kami berharap yang terbaik bagi Christy Le dalam usahanya di masa depan," demikian keterangan resmi Go-viet, seperti dikutip dari DealStreetAsia, Ahad, 22 September 2019.

Go-viet baru-baru ini merayakan peringatan satu tahun dan menembus 100 juta perjalanan. Namun, perusahaan hingga kini masih berjuang dengan masalah kepemimpinan internal di tengah persaingan ketat dengan Grab dan pemain-pemain baru layanan ride-hailing.

Adapun hingga kini, Gojek belum dapat meluncurkan layanan Go-Pay dan Go-Car di Vietnam. Sementara saingan terbesarnya, Grab, yang sudah mengaspal di Vietnam pada 2014 telah melakukan investasi baru senilai US$500 juta untuk memperkuat posisinya.

Sebelum bergabung dengan Go-viet, Le adalah pimpinan Facebook di Vietnam. Ia juga pendiri merangkap chief operations officer (COO) dan chief financial officer (CFO) dari sebuah startup bernama Misfit.

Dalam menjalankan perannya tersebut, Christy berfokus pada pemanfaatan Riset dan Pengembangan (research and development/R&D), serta kekuatan operasional. Berkat jiwa kepemimpinannya, ia berhasil membawa Misfit menjadi perusahaan yang terdepan di ranah global dalam hal teknologi wearables dan rumah pintar. Misfit kemudian diakuisisi oleh Fossil Group pada 2015.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA