Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Menteri LHK: Indonesia Masih Bisa Padamkan Kebakaran Sendiri

Ahad 22 Sep 2019 16:33 WIB

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Teguh Firmansyah

Foto udara Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap dari karhutla di Jambi, Sabtu (21/9/2019).

Foto udara Sungai Batanghari yang diselimuti kabut asap dari karhutla di Jambi, Sabtu (21/9/2019).

Foto: Antara/Wahdi Septiawan
Siti belum mengetahui soal tawaran negara lain untuk padamkan kebakaran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –-- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanaan (LHK) Siti Nurbaya Bakar menjelaskan, Indonesia masih memiliki sumber daya yang cukup untuk memadamkan masalah kebakaran hutan dan lahan di Sumatra dan Kalimantan. Menurutnya, selama sumber daya yang dimiliki Indonesia masih mencukupi, maka bantuan dari negara lain belum diperlukan.

Baca Juga

“Jadi sepanjang negara masih mempunyai resources dan telah melaksanakan upaya maksimal tidak diperlukan bantuan, kecuali negara itu sudah tidak ada lagi resources yang akan digunakan. Jadi tegasnya bahwa resources nasional kita masih cukup,” jelas Siti saat dikonfirmasi Republika.co.id, Ahad (22/9).

Kendati demikian, Siti mengaku belum mengetahui apakah telah ada komunikasi penawaran bantuan pemadaman karhutla antarpemimpin negara. Namun, ia menjelaskan, berdasarkan aturan AATHP (ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution), penanganan karhutla dilakukan oleh negara itu sendiri. Bantuan baru akan diberikan jika sudah diperlukan.  

“Penanganan karhutla menurut aturan AATHP ini ditangani oleh negara sendiri dan bila diperlukan baru mendapatkan bantuan dari negara lain,” ucapnya. 

Hingga saat ini, lanjut Siti, pemerintah juga belum melakukan pembahasan terkait bantuan pemadaman dari negara lain. Ia mengatakan, berbagai langkah pemadaman telah disiapkan dan dilakukan oleh pemerintah sejak Februari.

“Dan menurut saya manageable, apalagi dukungan masyarakat juga cukup kuat seperti Masyarakat Peduli Api dan Relawan serta bantuan swasta juga bagi daerah yang dekat konsesinya. Ada swasta yang baik dan ada swasta yang ‘nakal’ juga,” tambahnya.

Sebelumnya, seperti yang diberitakan sejumlah media Malaysia, Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaku bingung karena Indonesia menolak mendapatkan bantuan pemadaman karhutla. Ia pun mempertanyakan alasan pemerintah Indonesia yang tak mau menerima bantuan dari Malaysia.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA