Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Wednesday, 14 Rabiul Akhir 1441 / 11 December 2019

Iran Bantah Fasilitas Minyaknya Jadi Korban Serangan Siber

Ahad 22 Sep 2019 17:03 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nidia Zuraya

Serangan siber

Serangan siber

Foto: Flickr
Serangan siber ini sempat mempengaruhi platform daring industri dan pemerintah Iran

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran membantah laporan yang menyebut bahwa fasilitas dan infrastruktur minyaknya berhasil diserang operasi siber. NetBlocks, sebuah organisasi yang melacak pemadaman internet melaporkan pada Sabtu (21/9) pagi bahwa data jaringan menunjukkan gangguan intermiten ke konektivitas internet di Iran.

"Bertentangan dengan laporan media Barat, investigasi yang rampung hari ini menunjukkan tidak ada keberhasilan serangan siber pada instalasi minyak negara ini dan infrastruktur krusial lainnya," kata kantor keamanan siber Iran dalam sebuah pernyataan pada Sabtu (21/9), dikutip laman Al Arabiya.

NetBlocks mengatakan penyebab serangan siber belum jelas dan dampaknya terbatas.  NetBlocks hanya mengatakan hal itu mempengaruhi platform daring industri dan pemerintah.

Baca Juga

"Data konsisten dengan serangan dunia maya atau insiden teknis yang tidak direncanakan pada jaringan yang terkena dampak sebagai lawan dari insiden penarikan atau kerusakan yang disengaja," kata NetBlocks melalui akun Twitternya.

Sebelumnya Menteri Telekomunikasi Iran Mohammad Javad Azari pernah mengakui bahwa negaranya telah menghadapi terorisme dunia maya, seperti Stuxnet. Virus Stuxnet ditemukan pada 2010.

Iran meyakini virus itu direkayasa oleh Israel dan Amerika Serikat (AS). Tujuannya adalah untuk merusak fasilitas nuklirnya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA