Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Rabu, 24 Safar 1441 / 23 Oktober 2019

Yarsi Tuan Rumah Konferensi Bioinformatika Tertua di Aspas

Sabtu 21 Sep 2019 15:06 WIB

Red: Budi Raharjo

Universitas Yarsi menjadi tuan rumah konferensi bioinformatika tertua di Asia Pasifik (Aspas)untuk pertama kalinya di Indonesia.

Universitas Yarsi menjadi tuan rumah konferensi bioinformatika tertua di Asia Pasifik (Aspas)untuk pertama kalinya di Indonesia.

Indonesia belum pernah dipercaya sebagai tuan rumah pertemuan internasional ini.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Universitas Yarsi menjadi tuan rumah konferensi bioinformatika tertua di Asia Pasifik (Aspas) untuk pertama kalinya di Indonesia. Bekerja sama dengan Asia Pacific Bioinformatics Network (APBioNet), kegiatan itu digelar melalui Fakultas Kedokteran dan Fakultas Teknik Informatika dan Pusat Penelitian Genetik.

Konferensi itu melengkapi sederet kegiatan yang telah digelar Yarsi. "Kami telah menyelenggarakan berbagai seminar dan workshop di bidang yang berkaitan dengan bioinformatika, seperti Introductory Bioinformatics Workshop 2017, International Symposium on Bioinformatics (InSyB) 2017 yang diadakan untuk pertama kalinya di Indonesia, Bioinformatics Colloquium 2018, dan Bioinformatics Workshop Fiesta 2018," ujar Rektor Universitas Yarsi Fasli Djalal.

Berbagai kegiatan itu mendapatkan animo yang besar dari komunitas ilmiah maupun industri di Indonesia dan negara tetangga. Ketua Umum InCoB 2019 Rika Yuliwulandari merasa terhormat bisa menggelar konferensi bioinformatika. Acara itu, ujarnya, dihelat bersamaan dengan Genomic Medicine Conference (GMC), The 8th South East Asian Pharmacogenomics Research Network (Seapharm) meeting, dan the Global Organization for Bioinformatics Learning, Education and Training (Goblet) Annual General Meeting 2019.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi ini mengatakan GMC sendiri merupakan flagship conference dari Pusat Penelitian Genetik Universitas Yarsi. Sedangkan APBioNet merupakan organisasi internasional nirlaba yang dibentuk pada 1998 dan memiliki fokus memajukan bioinformatika di Kawasan Asia Pasifik.

APBioNet sebagai mitra Universitas Yarsi sejak awal menjadi pelopor pertumbuhan dan perkembangan pendidikan, pelatihan, pengetahuan, infrastruktur, sumber daya dan penelitian di bidang bioinformatika di antara negara-negara anggotanya. APBioNet memiliki lebih dari 20 organisasi anggota dan 2.000 anggota perorangan yang tersebar di lebih 12 negara anggota di wilayah Asia Pasifik.

"Saat ini, APBioNet merupakan organisasi regional bioinformatika terbesar di Asia Pasifik, dan salah satu yang tertua," kata Ketua Forum Komunikasi Kedokteran Swasta di Jakarta ini.

Organisasi ini terus memperluas keberadaannya di dunia dengan merangkul komunitas ilmiah dan industri secara aktif melalui konferensi unggulannya, yaitu International Conference on Bioinformatics (InCoB). Kemudian InCoB menjadi flagship conference dari APBioNet, yang diinisiasi di Bangkok, Thailand pada 2002.

Selama 18 tahun, InCoB telah diselenggarakan setiap tahunnya, di berbagai negara di Asia Pasifik. Perhelatan ini telah berkembang menjadi salah satu konferensi bioinformatika terbesar yang menargetkan para praktisi yang berasal dari latar belakang biologi maupun komputer. "Namun, Indonesia belum pernah sekalipun mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah pertemuan internasional ini," ujar Rika.


BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA