Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Mahasiswa UIN Jakarta Tuntut Rektor Mundur

Sabtu 21 Sep 2019 05:22 WIB

Rep: Nawir Arsyad Akbar/ Red: Esthi Maharani

Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan.

Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta di Ciputat, Tangerang Selatan.

Foto: Republika/Musiron
Hal itu menyusul adanya sejumlah pimpinan fakultas yang tidak sesuai dengan ketentuan

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG SELATAN -- Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta mendesak Rektor Amany Lubis untuk mundur dari posisinya. Hal itu menyusul adanya sejumlah pimpinan fakultas yang tidak sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2014 Tentang Statuta UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Ketua DEMA-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Sultan Rivandi menjelaskan bahwa pihaknya menemukan sejumlah pimpinan fakultas tidak memenuhi Pasal 58 Tentang Persyaratan Calon Ketua dan Sekertaris Jurusan. Serta, Pasal 50 Tentang Persayaratan Wakil Dekan.

"Kontroversi perihal nama pimpinan fakultas di UIN Syarif Hidayatullah dilakukan dengan perencanaan yang tersistematis, sehingga nama-nama yang tercantum diatas tetap dilantik dan menjabat hingga saat ini," ujar Sultan lewat keterangan tertulisnya, Jumat (20/9).

Pihaknya juga menilai, Kepala Biro Administrasi Umum melalui Kasubag Perundang-Undangan UIN Jakarta terbukti dengan sengaja meloloskan pejabat pimpinan fakultas dan jurusan yang melanggar statuta. Di mana selanjutnys, dilegitimasi oleh rektor.

"Tapi prosedur itu seolah-olah dirancang oleh pimpinan agar nama yang bermasalah itu tetap lolos," ujar Sultan.

Maka dari itu, melihat kesalahan yang fatal tersebut, Sultan yang mewakili mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mendesak Amany Lubis untuk mundur. Ia dinilai harus bertanggung jawab secara moral, karena telah mencontohkan sikap kepimpinan yang buruk.

"Merupakan kesalahan fatal yang disengaja, sehingga sudah sepatutnya Amany turun teratur dari jabatannya, demi menjaga marwah UIN Jakarta," ujar Sultan.

Ia berharap, pihak universitas segera melakukan pembenahan secara menyeluruh. Agar predikat UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tak tercoreng dengan adanya insiden tersebut.

"UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang ingin menjadi kampus dengan predikat World Class  dan menjadi contoh bagi perguruan tinggi lain," ujar Sultan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA