Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Thursday, 25 Safar 1441 / 24 October 2019

Investigasi Sebab Kebocoran YYA-1 Tunggu Penutupan Sumur

Jumat 20 Sep 2019 23:29 WIB

Rep: Muhammad Nursyamsyi/ Red: Dwi Murdaningsih

Tim pengawas PHE ONWJ memantau area tumpahan minyak mentah yang tercecer di Laut Utara Karawang, Jawa Barat, Senin (12/8/2019).

Tim pengawas PHE ONWJ memantau area tumpahan minyak mentah yang tercecer di Laut Utara Karawang, Jawa Barat, Senin (12/8/2019).

Foto: Antara/M Ibnu Chazar
Penutupan sumur ditargetkan rampung pada akhir September.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pertamina (Persero) belum dapat mengetahui secara pasti penyebab bocornya sumur sumur YYA-1 yang mengakibatkan tumpahan minyak di laut Karawang hingga Kepulauan Seribu. Incident Commander Pertamina Taufik Adityawarman mengatakan penyebab kebocoran masih dalam proses investigasi tim internal.

Baca Juga

Saat ini, Pertamina lebih berfokus pada upaya pengeboran relief well (sumur baru) yang diharapkan mampu menutup sumur YYA-1. "Saat ini, investigasi internal masih berlangsung, kita belum ada update dari tim investigasi, saya dan tim fokus pada penutupan sumur," ujar Taufik dalam jumpa pers terkait pengembangan penanganan insiden kebocoran sumur di area PHE ONWJ di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (20/9).

Taufik mengatakan penutupan sumur yang ditargetkan rampung pada akhir September akan memudahkan proses investigasi. Hal serupa disampaikan Direktur Hulu PT Pertamina (Persero) Dharmawan Samsu. Kata Dharmawan, hasil investigasi akan lebih komprehensif apabila sudah bisa memasuki area anjungan.

"Kami perkirakan, setelah sumur ditutup dan aman dinaikin, maka investigasi bisa dilakukan," ucap Dharmawan.

Dharmawan menyampaikan, indikasi awal kebocoran disebabkan adanya anomali tekanan pada sumur YYA-1 yang menyebabkan timbulnya gelembung gas dan diikuti tumpahan minyak. Kondisi ini yang kemudian ditengarai juga menyebabkan terjadinya pergeseran anjungan yang menyebabkan kemiringan hingga 13 derajat.

"Kemiringan Ini yang menyebabkan adanya tumpahan minyak tersebut dari anjungan, tapi tentunya investigasi masih kita tunggu," kata Dharmawan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA