Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Raksasa China Bidik Pasar Komputasi Statistik Berbasis AI

Sabtu 21 Sep 2019 08:35 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Raksasa China Bidik Pasar Komputasi Statistik Berbasis AI. (FOTO: Huawei)

Raksasa China Bidik Pasar Komputasi Statistik Berbasis AI. (FOTO: Huawei)

Huawei memprediksi komputasi statistik berbasis kecerdasan buatan sangat potensial

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta

Raksasa teknologi asal China, Huawei, memprediksi komputasi statistik berbasis kecerdasan buatan (AI) sebagai pasar potensial yang akan digunakan oleh 80% kegiatan komputasi dalam lima tahun ke depan.

Deputy Chairman Huawei Ken Hu mengatakan bahwa saat tantangan komputasi di industri semakin tinggi, maka peluangnya juga semakin besar. Pasar komputasi masa depan ini bernilai lebih dari US$2 triliun, sebuah pasar yang sangat besar dan luas.

"Kami akan menerapkan strategi investasi yang akan berfokus pada empat area," kata dia dalam sesi keynote Huawei Connect 2019 di Shanghai, Rabu (18/9/2019) lalu.

Baca Juga: Apple Keok dari Huawei di Pasar China, Bisakah iPhone 11 Jadi Penyelamat?

Strategi yang pertama, inovasi arsitektur komputasi. Tahun lalu Huawei meluncurkan arsitektur Da Vinci yang dirancang khusus untuk menyediakan kebutuhan komputasi yang mumpuni dan stabil. "Huawei akan terus berinvestasi di riset dasar," kata Ken Hu.

Kedua, investasi prosesor yang mendukung berbagai skenario. Saat ini Huawei telah memiliki jajaran prosesor lengkap, mulai dari prosesor seri Kunpeng untuk komputasi umum, prosesor Ascend yang khusus untuk AI, prosesor Kirin untuk perangkat cerdas, seperti ponsel, serta prosesor Honghu untuk layar cerdas.

"Strategi ketiga adalah menerapkan batasan bisnis yang jelas, Huawei tidak akan menjual prosesor secara langsung, tetapi kami akan menawarkannya dalam bentuk layanan komputasi awan, sementara untuk mitra dalam bentuk komponen, sehingga dukungan yang diberikan bersifat terintegrasi," kata Ken Hu.

Selanjutnya adalah membangun ekosistem terbuka. Dalam lima tahun ke depan, Huawei akan menginvestasikan sedikitnya US$1,5 miliar untuk program developer (pengembang) guna mendukung lebih dari 5 juta pengembang dan mitra Huawei di seluruh dunia dalam menciptakan berbagai inovasi aplikasi dan solusi masa depan.

Dalam gelaran Huawei Connect 2019 Huawei juga mengumumkan Atlas 900, produk training cluster berbasis AI tercepat di dunia. Atlas 900 disasar untuk penggunaan AI dalam berbagai bidang seperti riset keilmuan dan inovasi bisnis.

Baca Juga: Tak Setuju dengan Trump, Bos Microsoft Bela Huawei?

"Dalam era eksplorasi yang baru ini, tidak cukup satu kapal untuk mengarungi samudera yang menawarkan potensi begitu luas. Kami luncurkan ribuan kapal hari ini, mari mengambil peluang satu kali dalam sejarah ini untuk mendorong dunia intelligence ke arah yang lebih baik," kata Ken Hu.

Huawei Connect 2019 digelar pada 18-20 September 2019 di Shanghai yang merupakan ajang tahunan berskala global yang diselenggarakan Huawei bagi industri TIK. Tahun ini Huawei mengusung tema Advance Intelligence dengan tujuan untuk mendorong kolaborasi dan kerja sama dalam menghadapi dunia cerdas di masa depan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA