Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Disperindag Dorong IKM Kembangkan Minyak Goreng Kelapa

Sabtu 21 Sep 2019 03:01 WIB

Red: Gita Amanda

Kelapa

Kelapa

Pemerintah dapat membuat regulasi dalam rangka meningkatkan penghasilan petani kelapa

REPUBLIKA.CO.ID, MANADO -- Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulawesi Utara mendorong industri kecil menengah (IKM) mengembangkan minyak goreng dari kelapa dalam.

"Saat ini dari 15 kabupaten dan kota di Sulut, sudah ada beberapa IKM yang mengembangkan minyak goreng dari kelapa tersebut," kata Kepala Bidang Fasilitasi dan Pengembangan IKM Disperindag Sulut Alwy Pontoh di Manado, Jumat (20/9).

Alwy mengatakan saat ini yang mengembangkan produk tersebut adalah IKM dari Kabupaten Minahasa Selatan, Kota Kotamobagu, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Minahasa Tenggara, dan Kabupaten Minahasa. "Kabupaten kota lain, akan terus didorong, sehingga program Pemerintah Sulut akan produk tersebut bisa berjalan dengan baik," katanya.

Memang, harus diakui ada beberapa kabupaten dan kota yang produksi kelapanya hanya sedikit, sehingga perlu bahan baku dari tempat lain.

Gubernur Olly Dondokambey sangat peduli terhadap petani kelapa dengan memberikan bantuan sebanyak 12 unit mesin produksi minyak kelapa untuk kelompok tani yang akan mengelola industri minyak goreng kelapa pada 2018.

Pada 2019, Pemprov Sulut akan memberikan bantuan dengan jumlah lebih besar, yaitu sebanyak 23 unit mesin beserta tempat pengolahan senilai Rp 7 miliar. "Mesin produksi ini bakal menghasilkan minyak goreng berkualitas baik dan tidak bau tengik sehingga bisa diserap pasar," kata Olly.

Olly mengatakan, pemerintah dapat membuat regulasi dalam rangka meningkatkan penghasilan petani kelapa di Sulut, akan tetapi produk minyak kelapa yang dihasilkan harus bebas bau. "Mutu minyak kelapa harus ditingkatkan kemudian pemerintah membuat regulasi," ucap Olly.

Lanjut Olly, mesin produksi minyak kelapa ini dibagikan khusus untuk kelompok tani karena minyak kelapa tidak bisa diproduksi secara massal. Selain pemberian mesin produksi minyak goreng kelapa, Olly menyebut langkah lain yang dilakukan Pemprov Sulut untuk meningkatkan nilai jual produk turunan dari kelapa, yaitu mengadakan pertemuan yang diikuti seluruh daerah penghasil kelapa di Indonesia.

sumber : antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA