Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Amil dan Kebahagiaan Sejati

Jumat 20 Sep 2019 13:57 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Muslimah (ilustrasi)

Muslimah (ilustrasi)

Foto: Prayogi/Republika
Kebahagiaan sejati ada di kedalaman sanubari, dibingkai rasa syukur dan ikhlas.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Nana Sudiana, Sekjend FOZ & Direksi IZI

"The happiness you feel is in direct proportion with the love you give” - Oprah Winfrey

Menjadi amil, atau menjadi apa pun, tak ada jaminan bisa bahagia. Karena kebahagiaan adalah persepsi, sehingga untuk menjadi bahagia setiap orang bisa mengambil jalan yang berbeda-beda. Walau kebahagiaan ini sifatnya abstrak, namun ia merupakan kebutuhan asasi umat manusia.

Beragam cara dilakukan manusia untuk mencari kebahagiaan, sayangnya tak banyak yang benar-benar menemukannya dalam kehidupannya. Tak sedikit orang menyangka bahwa bahagia itu ada pada banyaknya harta dan kekayaan. Sehingga orang-orang melakukan semua cara untuk mengunpulkan harta benda. Ia menyangka semakin banyak harta yang dimiliki maka ia semakin bahagia.

Orang-orang yang meyakini kebahagiaan itu sumbernya dari harta benda ia akan mudah kecewa. Karena ternyata kesenangan akibat dimilikinya harta benda, kekayaan atau jabatan yang diraih tak memberikan kesenangan yang lama.

 

Rasa bosan segera akan datang dan ia laksana minum air laut, akan menuntut terus ditambah dan ditambah lagi. Tidak ada kebahagiaan bertumpu pada nafsu dan kepuasan sesaat.
photo
Nana Sudiana, Sekjend FOZ & Direksi IZI.

Kebahagiaan jadinya nisbi dan hanya akan terlihat indah di mata orang lain. Para pelakunya, akan semakin mabuk kepayang dan terus menuntut lebih.

Hal ini akan sangat berbeda dengan kebahagiaan sejati, ia adanya di kedalaman sanubari. Dibingkai rasa syukur dan ikhlas menerima apa pun anugerah dan rizki yang diberikan Allah SWT.

 

Rasa syukur inilah yang membuat keteduhan jiwa seseorang sehingga tak silau dengan harta dan jabatan untuk terus dikejar dan terus dipenuhi. Di mata orang yang terus memelihara rasa syukur, harta itu amanah untuk ia kelola bagi dirinya dan keluarga serta sarana ia berbagi dengan sesama.

Di mata orang-orang yang mau merawat terus rasa syukur, bahagia itu ternyata sederhana. Ada benarnya kata Oprah Winprey seperti kutipan di awal, "Kebahagiaan yang kamu rasakan berbanding lurus dengan banyaknya cinta yang kamu berikan".

Artinya semakin banyak amanah harta dan kedudukan kita, idelanya selalu berbanding lurus dengan peran kita untuk berbagi pada sesama. Ada kemanfaatan yang terus meningkat seiring kebaikan dan anugerah rezeki yang Allah limpahkan.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA