Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Tuesday, 6 Jumadil Akhir 1442 / 19 January 2021

Ponpes Al Khairiyah Didirikan Para Habib di Cirebon

Jumat 20 Sep 2019 13:13 WIB

Rep: Anrian Saputra/ Red: Agung Sasongko

Santri

Santri

Foto: Republika/Tahta Aidilla
Saat ini total santri Ponpes Al Khairiyah sebanyak 500 santri.

REPUBLIKA.CO.ID,CIREBON --- Pondok Pesantren Al Khairiyah berdiri sejak tahun 2000. Pendirinya adalah para Habib yang ada di Cirebon. Diantaranya yakni (alm) Habib Muhammad bin Syekh bin Yahya Jagasatru, Habib Muhammad bin Soleh Al Habsyi, Habib Ali Yusuf Yahya, Habib Miqdad Baharun, H Abdul Kholik dan beberapa tokoh lainnya. 

Pesantren Al Khairiyah yang berlokasi di Kelurahan Watubelah, Kecamatan Sumber, Cirebon terus mengalami perkembangan pesat. Santrinya terus mengalami peningkatan setiap tahunnya. Dari awalnya hanya 15 santri, saat ini total santri Ponpes Al Khairiyah sebanyak 500 santri. 

Sarana pesantren pun mengalami penambahan, selain asrama dan ruang belajar santri, pesantren Al Khairiyah juga memiliki ruang media. Pesantren juga memiliki lembaga formal yakni tingkat RA, tingkat SD IT dan SMP IT yang diberi nama TIHAMAH. 

Menurut Kepala Humas Ponpes Al Khairiyah, Kang Abdurrahman, para santri yang mondok di ponpes Al Khairiyah tak hanya ditekankan pada pengajian kitab. Para santri pun ditekankan dapat menguasai dan mempraktikkan bahasa Arab dalam keseharian.

“Kita disini menekankan pentingnya akhlak dan juga pada bahasa Arab, santri wajib menguasai bahasa Arab. Jadi setiap hari di sini ada menu bahasa Arabnya,” kata Kang Abdurrahman saat berbincang dengan Republika,co.id Jum'at (20/9).

Menurut Kang Abdurrahman Ponpes Al Khairiyah juga mendorong para santrinya agar bisa melanjutkan pendidikan kepesantrenan hingga ke Timur Tengah. Bagi santri yang siap untuk menimba ilmu agama ke Timur Tengah, Ponpes Al Khairiyah pun memberikan bimbingan intensif bagi santri yang akan melanjutkan pendidikan kepesantrenan ke Timur Tengah. 

Menurut Kang Abdurrahman, dalam masa bimbingan itu santri lebih dikuatkan pada kemampuan berbahasa Arab, hafalan Qur'an dan kajian kitab tertentu. “Tetapi itupun dikembalikan pada orang tua santri, apa bersedia lanjut atau tidak, kita rekomendasikan,” katanya. 

Selain itu pesantren Al Khairiyah juga menekankan santrinya mampu dengan tartil membaca Alquram. Karena itu, Pesantren menggunakan metode Yanbu'a agar santri dapat dengan mudah membaca Qur'an dengan tartil.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA