Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Minggu, 21 Safar 1441 / 20 Oktober 2019

Bulog Bakal Luncurkan 50 Produk Beras Komersil

Jumat 20 Sep 2019 04:55 WIB

Red: Nidia Zuraya

Pekerja memanggul karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pekerja memanggul karung beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Saat ini Bulog telah menjual beras komersil melalui ritel online

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pihaknya bakal meluncurkan 50 produk beras yang akan disalurkan secara komersil ke masyarakat. Keseluruhan produk beras tersebut akan dipasarkan ke sejumlah ritel.

"Minimal ada 50 produk komersial beras Bulog yang kita luncurkan," ujar Budi Waseso usai menerima penghargaan di Jakarta, Kamis (19/9) malam.

Ia mengklaim bahwa beras Bulog mengalami peningkatan kualitas, Bulog hadir untuk kepentingan masyarakat dalam menghadirkan beras berkualitas. "Sebagian beras Bulog juga sudah disalurkan secara komersil. Kita sudah memasarkan ke ritel-ritel tapi dengan sistem online," ucapnya.

Ia mengemukakan bahwa mayoritas penyaluran beras Bulog akan dilakukan melalui skema komersil, hal itu seiring dengan tugas Bulog sebagai pelayanan publik (public service obligation/PSO) dalam penyediaan dan penyaluran beras untuk kelompok masyarakat berpendapatan rendah berkurang. Dengan demikian, Bulog akan mengembangkan usaha komersial.

"Bulog sudah berkembang dan dengan komersial pun kita sudah beda dengan yang lalu, karena kita PSO. Maka itu, sekarang presentase penyaluran beras kita akan lebih besar melalui komersil," ucap Buwas.

Bulog, lanjut dia, ke depan harus membangun kemandirian dan tidak lagi memiliki ketergantungan pada pihak lain. "Sekarang, sudah saya latih kepada para Direksi mengenai kemandirian sesuai bidangnya masing-masing. Tidak bisa berharap kepada orang lain karena kemajuan sesuatu diawali dari kemandirian diri kita," katanya.

Ia menekankan orang-orang di dalam Bulog harus memiliki integritas yang tinggi dan belajar memiliki tanggung jawab. "Harus dibangun kesadaran, integritas kita sendiri, yang bangun diri sendiri, kalau sudah terbangun pekerjaan apapun bisa dilakukan," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA