Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Tuesday, 16 Safar 1441 / 15 October 2019

Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas Undang Rokhmin

Kamis 19 Sep 2019 21:20 WIB

Red: Irwan Kelana

Pakar kelautan dan perikanan Instirut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, Prof Rokhmin Dahuri memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Pakar kelautan dan perikanan Instirut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, Prof Rokhmin Dahuri memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar.

Foto: Dok Rokhmin Dahuri
Ia mengupas potensi ekonomi kemaritiman dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin (Unhas) mengundang pakar kelautan dan perikanan Instirut Pertanian Bogor (IPB) Bogor, Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS. Guru Besar Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB  itu diminta memberikan kuliah umum di Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Unhas, Makassar, Rabu (18/9).

Kuliah umum itu diikui oleh para dosen Fakultas Ekonomi,  dosen Fakultas Teknik, dosen FKIP, dan mahasiswa Unhas.  Dalam kesempatan tersebut, Rokhmin mengajak civitas akademika Unhas  berperan aktif mendorong pemanfaatan potensi ekonomi kemaritiman dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Sektor kelautan, perikanan dan kemaritiman mempunyai potensi ekonomi raksasa, yakni 1,4 triliun dolar AS per tahun dan dapat menyerap tenaga kerja sekitar 45 juta orang,” kata mantan menteri kelautan dan perikanan era Kabinet Gotong Royong itu seperti dikutip dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (19/9).

Potensi tersebut,  kata Rokhmin, harus dikelola dengan sains,  teknologi serta ramah lingkungan dan sosial.  “Kalau hal itu dilakukan,  bisa menjawab persoalan kemiskinan, pengangguran dan pertumbuhan ekonomi yang rendah,” ujar dosen kehormatan Mokpo National University Korea Selatan itu.

Ketua Masyarakat Akuakultur Indonesia (MAI) itu mencontohkan potensi  budidaya udang vaname.  “Jika kita bisa membuat tambak baru setiap tahunnya selama lima tahun,  bisa menyumbang 2% pertumbuhan ekonomi per tahun. Sementara dari sektor budidaya lain selain udang vaname ada komoditas lain yang memiliki nilai ekonomis tinggi seperti kerapu, ambalon, teripang, kepiting, mutiara dan lain-lain,” paparnya.

Ketua Bidang Kelautan dan Perikanan DPP PDIP itu menambahkan untuk pertumbuhan ekonomi 7 persen, seharusnya Indonesia tidak perlu kesusahan. “Pertumbuhan ekonomi  tersebut bisa kita capai  jika potensi kemaritiman digarap secara maksimal berbasis sains dan teknologi serta ramah sosial dan lingkungan,” ujarnya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA