Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Wednesday, 24 Safar 1441 / 23 October 2019

Surveyor Indonesia Teken MoU dengan GPEI

Kamis 19 Sep 2019 20:25 WIB

Red: Irwan Kelana

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M Noer (kedua dari kiri) dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno (kedua dari kanan).

Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M Noer (kedua dari kiri) dan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno (kedua dari kanan).

Foto: Dok PTSI
Kerja sama itu untuk mendukung kegiatan tata niaga ekspor impor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Surveyor Indonesia (Persero), Dian M Noer menandatangani Nota Kesepahaman Kerja Sama (MoU)   tentang "Kegiatan Pendukung Tata Kelola Ekspor dan Impor Barang" dengan Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI), Benny Soetrisno di Jakarta, Kamis (19/9).

Melalui nota kesepahaman ini, PT Surveyor Indonesia (Persero) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa independent assurance siap mendukung kegiatan tata niaga ekspor impor untuk memperlancar aliran barang modal dan peralatan dari dan menuju Indonesia.

Kegiatan tata niaga yang dimaksud, meliputi: pelaksanaan kegiatan verified gross mass of container untuk ekspor, kegiatan survei kondisi peti kemas impor terkait dengan kewajiban pembayaran jaminan peti kemas, dan kerja sama dalam penyediaan Pusat Logistik Berikat (PLB). Selain itu, meliputi pelaksanaan kegiatan tally bongkar muat kargo ekspor-impor dan antarpulau, serta pelaksanaan pembinaan bagi mitra binaan terkait pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang berorientasi ekspor.

Dian menjelaskan dalam sambutannya, berdasarkan Amandemen Safety of Life at Sea (SOLAS 1972) yang merupakan standar internasional, diperlukan kegiatan verified gross mass kontainer sebagai salah satu langkah mencegah terjadinya kecelakaan kapal pengangkut kontainer. Sejalan dengan standar internasional tersebut, kerja sama dengan pihak asosiasi dibutuhkan sebagai pemenuhan persyaratan yang ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui Peraturan Kementerian Perhubungan Nomor 53 Tahun 2018.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI) atas kepercayaannya untuk bekerja sama serta memberikan dukungan kepada Surveyor Indonesia," ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Kamis (19/9).

Dian menegaskan, Surveyor Indonesia  akan melakukan upaya-upaya terbaik dalam melakukan kegiatan operasional dari hulu hingga hilir untuk meningkatkan kinerja ekspor-impor Nasional.

Acara dilanjutkan dengan Forum Group Discussion (FGD)  dengan tema "Ekspor Solusi Peningkatan Lapangan Kerja" yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Perindustrian, Kementerin Pertanian, dan  Gabungan Perusahaan Ekspor Indonesia (GPEI).

Ketua Umum DPP GPEI, Benny Soetrisno mengatakan, kondisi perekonomian global yang kurang menggairahkan saat ini mendorong negara berpacu untuk meningkatkan ekspor nonmigas sebagai salah satu mendorong peningkatan devisa negara.

Berbagai langkah diupayakan oleh pemerintah dengan mengeluarkan berbagai deregulasi untuk menyederhanakan Tata Kelola Ekspor dan Impor Barang. 

"Peningkatan ekspor akan membuka kesempatan peluang kerja yang luas bagi angkatan pencari kerja yang setiap tahunnya meningkat," ujar Benny.

Dalam kegiatan ini Dewan Pimpinan Pusat GPEI menggandeng PT Surveyor Indonesia (Persero) untuk menyelenggarakan FGD. “Diharapkan melalui FGD ini ditemukan solusi peningkatan kesempatan bekerja bagi pencari kerja dengan  peningkatan ekspor,” ujar Benny Soetrisno.

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA