Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Sunday, 20 Rabiul Awwal 1441 / 17 November 2019

Distribusi Penyaluran Beras Bulog Dinilai Lemah

Kamis 19 Sep 2019 17:16 WIB

Rep: Imas Damayanti/ Red: Friska Yolanda

Pekerja mengecek stok beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Pekerja mengecek stok beras Bulog di Gudang Bulog Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Foto: Antara/Nova Wahyudi
Guna menggenjot penyaluran beras, Bulog diimbau melakukan perluasan ke ritel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hingga akhir tahun nanti penyaluran beras Bulog dalam program Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) hanya 300 ribu ton, atau meleset dari target sebesar 700 ribu ton kuota alokasi. Distribusi penyaluran beras antara Bulog pusat dengan daerah yang lemah menjadi penyebab mandeknya penyaluran tersebut.

Baca Juga

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Nailul Huda menyatakan, kurangnya sinkronisasi antara Bulog pusat dengan daerag membuat alur distribusi beras tersendat. Belum lagi dia menilai, adanya kepentingan yang dimiliki Bulog-Bulog di daerah sehingga penyaluran tak maksimal.

“Distribusi ini sangat krusial perannya (dalam penyaluran). Bulog lemah di situ,” kata Nailul saat dihubungi Republika.co.id, Kamis (19/9).

Menurutnya, penyaluran yang baik tentu saja dapat dikontrol secara penuh oleh Bulog asalkan manajemen distribusinya cukup mumpuni dan tak mengubah kualitas berasnya. Tak hanya manajemen distribusi dalam penyaluran, kata dia, manajemen distribusi yang baik juga diperlukan untuk seluruh jenjang distribusi, termasuk penyerapan.

Sedangkan guna menggenjot penyaluran beras yang maksimal, dia juga menyarankan agar Bulog melakukan perluasan pasar dengan menggandeng supermarket atau ritel-ritel yang ada di kota-kota sedang dan besar. Hal itu dinilai harus dimanfaatkan sebab secara kualitas beras Bulog masih cukup bersaing jika disandingkan dengan beras swasta.

Di sisi lain pihaknya juga mengingatkan Bulog untuk memperhatikan kualitas beras yang disimpan di dalam gudang. Meskipun Bulog mengklaim memiliki teknologi yang dapat mendukung penyimpanan beras agar bertahan lama, namun apabila beras disimpan dalam kurun waktu lama maka penurunan kualitas sangat dimungkinkan terjadi.

Berdasarkan catatan Bulog, hingga Rabu (18/9), terdapat 2,6 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang Bulog. Dari jumlah itu termasuk di dalamnya beras sisa importasi tahun lalu sebesar 1,2 juta ton. 

“Potensi disposal beras impor tahun lalu tentu saja ada, namun kerugiannya perlu diperinci terlebih dahulu,” ungkapnya.

Pemerintah mengklaim pasokan beras secara nasional masih dalam keadaan stabil dan aman hingga akhir tahun ini. Klaim stok beras aman oleh pemerintah ini bukan kali pertama terjadi.

Pada 2015, pemerintah juga pernah melontarkan bahwa terjadi surplus beras nasional sebesar 10 juta ton. Namun yang terjadi, impor justru digulirkan di awal 2016 dengan alokasi kuota sebesar 1,6 juta ton.

Hal serupa terjadi di 2017, di mana klaim surplus beras nasional sebesar 17,6 juta ton oleh pemerintah dilontarkan. Namun yang terjadi, impor justru dilakukan di saat harga beras di pasaran kala itu kadung bergejolak. Baru pada Januari 2018, importasi digulirkan dengan kuota impor sebesar 1,2 juta ton.

Menurut Nailul, sengkarut impor beras memang cukup tricky. Misalnya, kata dia, Bulog akan tetap mengimpor beras jika CBP di gudang sudah menipis. Sedangkan untuk antisipasi harga yang cukup rentan, Bulog menyimpan stok yang cukup.

“Nah, ukuran ‘cukup’ ini yang sering jadi permainan oleh oknum. Mereka akan meningkatkan batasan ‘cukup’ itu untuk bisa mengimpor, biasanya mereka bermain di sisi itu,” ungkapnya.

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) menegaskan, dengan CBP sebesar 2,6 juta ton, pihaknya memastikan impor beras tahun ini hingga tahun depan tak akan terjadi meski dalam tida bulan pertama di tahun depan tak ada musim panen. Dia juga memastikan bahwa beras impor tahun lalu yang tersimpan di gudang Bulog kualitasnya masih bagus.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA