Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

Monday, 25 Jumadil Awwal 1441 / 20 January 2020

'Manusia Telah Khilaf Merusak Alam'

Kamis 19 Sep 2019 16:25 WIB

Rep: Febrian Fachri/ Red: Karta Raharja Ucu

Seorang anak mengikuti shalat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Rabu (18/9/2019).

Seorang anak mengikuti shalat Istisqa di halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Palangka Raya, Rabu (18/9/2019).

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
Warga Riau melaksanakan Shalat Istisqa untuk meminta hujan.

REPUBLIKA.CO.ID, Ratusan umat Islam berkumpul di Masjid Raya Nur Alam, Kecamatan Senapelan, Pekanbaru, Riau, Rabu (18/9). Para pejabat hingga pelajar memanjatkan doa kepada Allah SWT dan melaksanakan shalat Istisqa untuk meminta diturunkannya hujan.

Sebelum memulai shalat pada pukul 08.15 WIB, jamaah bersama-sama melantunkan istighfar. Jamaah kemudian mendengarkan khutbah yang intinya mengandung pesan bahwa ada hikmah di balik musibah.

Warga Pekanbaru, Wati (52 tahun), mengatakan, ia datang ke Masjid Raya Senapelan begitu mendapatkan informasi adanya pelaksanaan shalat Istisqa. Bersama rekan-rekan pengajiannya, Wati mengikuti rangkaian doa, istighfar, dan shalat untuk mengharapkan ampunan Allah SWT.

photo
Sejumlah jamaah berdoa usai melakukan shalat Istisqa di Masjid Raya Nur Alam, Pekanbaru, Riau, Rabu (18/9).

Wati merasa bencana kabut asap di Pekanbaru dihadirkan Allah karena warga, termasuk dirinya, mungkin telah abai selama ini dalam menjalankan tuntunan Allah. Ia memahami, suatu bencana datang dipastikan sebuah sebab. Tujuan bencana dihadirkan, kata Wati, supaya para hamba Allah bertobat.

''Kabut asap sudah sangat mengganggu kehidupan kami. Kami sadar kalau ini karena dosa manusia, termasuk juga kita-kita ini,'' kata Wati.

Menurut Wati, ia bersama rekan-rekannya sangat terpanggil untuk mengikuti shalat Istisqa. Bahkan, temannya yang memiliki penyakit asma bernama Neti (52) juga mengikuti shalat Istisqa.

photo
Sejumlah jamaah melaksanakan shalat Istisqa di Masjid Raya Nur Alam, Pekanbaru, Riau, Rabu (18/9).

Saat berada di saf-nya, Neti sempat merasakan sesak napas. Panitia membantu Neti dengan memberikan oksigen yang sudah disiagakan.

"Ibu ini (Neti) tadi harus pakai oksigen karena dia ada riwayat sesak napas. Tapi kami meneruskan ibadah karena berharap sekali dapat bersama-sama meminta kepada Allah untuk menurunkan hujan,'' kata Wati.

photo
Anak-anak memakai masker usai melakukan shalat Istisqa di Masjid Raya Nur Alam, Pekanbaru, Riau, Rabu (18/9).

Khutbah disampaikan Ustaz Zulkarnain Umar, pengasuh Remaja Masjid Agung An Nur, Pekanbaru. Dalam khutbahnya, ia menyampaikan bahwa bencana kabut asap datang atas izin Allah. Menurut dia, Allah mengizinkan asap menyelimuti Pekanbaru dan Riau untuk menjadi bahan evaluasi atas kesalahan yang telah diperbuat, baik yang disadari maupun yang tidak.

"Bahwa manusia telah khilaf merusak alam yang telah dianugerahkan Allah sebagai sumber penghidupan semua makhluk hidup," kata Ustaz Zulkarnain.

Ustaz Zulkarnain berharap dengan shalat Istisqa ini, Allah SWT mendatangkan rahmatnya dengan memerintahkan hujan sebagai salah satu kekayaan-Nya untuk turun menyirami Kota Pekanbaru dan Riau supaya kabut asap hilang. Ustaz Zulkarnain mengatakan, hujan adalah rahmat yang diciptakan Allah bagi manusia.

Saat ini, kata dia, Allah SWT sedang menghambat rahmat tersebut supaya manusia yang telah berbuat khilaf dan kerusakan dapat bertobat. "Shalat Istisqa ini cara umat manusia untuk mengetuk pintu langit supaya Allah memberikan rahmatnya."

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA