Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Senin, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 Januari 2020

Bank Sentral AS Pangkas Suku Bunga untuk Kedua Kalinya

Kamis 19 Sep 2019 06:35 WIB

Red: Nidia Zuraya

The Fed/Ilustrasi

The Fed/Ilustrasi

Foto: ABC News
Pada Juli lalu Bank Sentral AS telah menurunkan suku bunga acuan.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada Rabu (18/9) kembali menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin menyusul penurunan suku bunga pada Juli yang pertama dalam lebih dari satu dasawarsa. Kebijakan penurunan suku bunga ini diambil The Fed di tengah meningkatnya risiko dan ketidakpastian yang berasal dari ketegangan perdagangan dan perlambatan ekonomi global.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), badan penetapan suku bunga Fed, memangkas target untuk suku bunga acuan dana federal (federal funds rate) sebesar 25 basis poin menjadi ke kisaran 1,75 persen hingga 2,00 persen. Keptusan FOMC ini diumumkan setelag pertemuan kebijakan dua hari.

"Meskipun pasar tenaga kerja kuat dan pertumbuhan yang kuat dalam pengeluaran rumah tangga, investasi dan ekspor telah melemah," kata FOMC dalam sebuah pernyataan.

"Selama 12 bulan, inflasi keseluruhan dan inflasi untuk barang-barang selain makanan dan energi berjalan di bawah target inflasi bank sentral sebesar dua persen," kata FOMC.

Memperhatikan bahwa kebijakan perdagangan membebani prospek pertumbuhan, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan pada konferensi pers Rabu (18/9) bahwa kebijakan moneter dapat mengatasi pelemahan pertumbuhan sampai batas tertentu. "Tetapi ada sebagian dari ini yang benar-benar kita tidak bisa atasi. Kita perlu melihat melalui situasi yang cukup fluktuatif," kata Powell.

Tiga dari 10 anggota komite memberikan suara menentang keputusan penurunan suku bunga seperempat poin, menyoroti perpecahan yang tumbuh di antara para pembuat kebijakan moneter. Seperti pada Juli, Presiden Federal Reserve Bank Boston, Eric Rosengren, dan Presiden Fed Kansas City, Esther George, lebih menyukai untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga dana federal di tingkat sebelumnya.

Sementara itu Presiden Federal Reserve St Louis, James Bullard meminta pengurangan yang lebih besar, sebesar 50 basis poin.

Ketika ditanya tentang bagaimana dia memandang pendapat yang berbeda itu, Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa ini adalah penilaian yang sulit, dan perbedaan seperti itu sehat.

Tujuh dari 17 pejabat Fed memperkirakan satu lagi penurunan suku bunga akan dilakukan pada tahun ini. Namun diperkirakan FOMC tidak menyarankan pemotongan lebih banyak tahun ini.

"Mata kami terbuka, kami sedang mengamati situasi," kata Powell, tanpa menentukan langkah Fed selanjutnya. "Saya ingin bisa mengartikulasikan aturan sederhana, langsung, dan berhenti, tetapi itu akan terjadi ketika kami berpikir kami sudah melakukan cukup.


Baca Juga

sumber : Antara/Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA