Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Bea Cukai Ternate Laksanakan Ekspor Perdana Fully Pala

Rabu 18 Sep 2019 18:14 WIB

Red: Gita Amanda

Bea Cukai Ternate dukung ekspor perdana komoditas pala.

Bea Cukai Ternate dukung ekspor perdana komoditas pala.

Foto: Bea Cukai
Selama ini kegiatan ekspor yang berlangsung di Maluku Utara cenderung pada tambang.

REPUBLIKA.CO.ID, TERNATE -- Pada Maret 2019 silam, Pimpinan Bea Cukai baik dari Kantor Wilayah Maluku dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Ternate bersama Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, serta pimpinan instansi terkait telah menandatangani piagam yang dinamakan Pakta Parada. Piagam ini sebagai bentuk janji setiap instansi pemerintah untuk mendukung peningkatan kegiatan ekspor langsung terlebih khusus ekspor komoditi non-tambang dari wilayah Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga

Sebagai tindak lanjut dari piagam Pakta Parada, Bea Cukai Ternate kembali bersinergi dengan Kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Ternate, PT Pelindo 4 Ternate, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Ternate, serta Pemerintah Provinsi Maluku Utara melaksanakan ekspor perdana rempah-rempah dari Maluku Utara, pada Jumat (13/9) lalu.

Adalah CV Tugulufa Indah dari Kota Tidore Kepulauan, eksportir perdana rempah-rempah jenis Mace atau Myristica Fragrans sebanyak 500 karton atau setara dengan 5 ton net weight. Dengan India menjadi negara tujuan ekspor, nilai barang yang diekspor adalah sebesar 42.500 dolar AS.

Finari menyebutkan, selama ini kegiatan ekspor yang berlangsung di Maluku Utara cenderung pada komoditas tambang. Tidak dipungkiri lagi karena daerah Maluku Utara dikaruniai sumber daya alam yang melimpah antara lain nikel dan besi. Namun tidak selamanya eksportasi tambang dapat diberdayakan terus menerus mengingat jumlah komoditas tambang akan makin terkikis dan habis nantinya. Itu kenapa Bea Cukai Ternate tidak henti-hentinya untuk terus mendorong adanya kegiatan ekspor langsung komoditi nontambang dari wilayah Kota Ternate khususnya, dan wilayah Provinsi Maluku Utara pada umumnya.

“Suksesnya acara ini juga terwujud berkat adanya sinergitas yang baik antar instansi seperti Bea Cukai, Karantina Pertanian, Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Kementerian Perhubungan dan PT Pelindo 4 Ternate. Kami berterima kasih pada para instansi terkait dan diharapkan kita semua semakin semangat untuk terus bersinergi dalam pelaksanaan kegiatan ekspor selanjutnya guna meningkatkan devisa ekspor dari daerah Maluku Utara,” ujar Finari seperti dalam siaran persnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA