Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

Thursday, 18 Safar 1441 / 17 October 2019

UMP Gabung Organisasi Keperawatan se-Asia Pasifik

Rabu 18 Sep 2019 17:01 WIB

Rep: Eko Widiyatno/ Red: Dwi Murdaningsih

Salah seorang perawat sedang memeriksa pasien di rumah sakit (ilustrasi).

Salah seorang perawat sedang memeriksa pasien di rumah sakit (ilustrasi).

Foto: Antara
UMP menjadi anggota APANE.

REPUBLIKA.CO.ID, PURWOKERTO -- Universitas Muhammadiyah Purwokerto menjadi salah satu perguruan tinggi di kawasan Asia Pasifik yang tergabung dalam keanggotaan APANE (Asia and Pacific Alliance of Nursing Education). 'Deklarasi pembentukan APANE dilakukan bersamaan dengan pelaksanaan kongres internasional keperawatan di National Cheng Kung University (NCKU), Taiwan, 6 September 2019 lalu.

Baca Juga

Kaprodi D3 Keperawatan UMP, Devita Elsanti mengatakan dia hadir dalam pelaksanaan kongres tersebut, mewakili UMP yang memang mendapat undangan untuk mengikuti kongres. Kebetulan, dia juga merupakan alumni dari NCKU.

Dalam pelaksanaan kongres dan deklarasi, hadir perwakilan dari perguruan tinggi dari kawasan Asia Pasifik, antara lain dari  Jepang, Turki, Taiwan, Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Kamboja. Dalam kongres, juga dibahas berbagai kemungkinan aktivitas yang dapat dikembangkan dalam bidang keperawatan.

''Keterlibatan UMP menjadi anggota organisasi profesional semacam ini, tentu menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan keperawatan UMP sekaligus perluasan jejaring UMP,'' jelasnya.

Devita juga menyebutkan, kehadiran delegasi UMP dalam pertemuan tersebut, juga dimanfaatkan untuk menjalin kerjasama dengan NCKU. ''Sebagai alumni NCKU, saya mendapat banyak kemudahan untuk membangun kerjasama antara UMP dan NCKU,'' katanya.

Selain menjalin kerjasama dengan NCKU, delegasi UMP yang dipimpin Direktur Kantor Urusan Internasional (KUI) Santhy Hawanti, juga memperkuat kerjasama dengan Yunlin University of Science and Technology (Yuntech) Taiwan. ''Penguatan kerjasamma ini, merupakan tindak lanjut atas kerjasama yang telah dijalin pada tahun 2018,'' katanya.

Beberapa penguatan kerjasama yang disepakati, antara lain penyelenggaraan Program Double Degree untuk Fakultas Teknik UMP, Double Degree untuk Prodi Magister Manajemen UMP, Student Mobility untuk Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan kegiatan pelatihan untuk dosen dan mahasiswa.

''Seluruh kerjasama ini,  diharapkan sudah mulai bisa dilaksanakan pada semester depan,'' katanya.

Bahkan Santi menyebutkan, dalam pertemuan dengan pimpinan Yunlin University of Science and Technology, ditawarkan program pelatihan bagi dosen UMP bidang chemistry, science, dan engineerin yang akan dibiayai penuh oleh pihak Yuntech. ''Baik tiket pesawat sampai akomodasi, akan dibiayai oleh Yuntech,'' ucapnya.

Selain itu, kata dia, Yuntech juga menawarkan workshop dan pelatihan untuk dosen-dosen Teknik dan program beasiswa S3. ''Yuntech selama ini dikenal sebagai perguruan tinggi dengan keunggulan program vokasi. Mudah-mudahan kerjasama ini bisa kita memanfaatkan seoptimal mungkin untuk mendukung kemajuan kualitas pendidikan di UMP,'' kata dia.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA