Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Monday, 2 Jumadil Akhir 1441 / 27 January 2020

Haedar: Nilai Luhur Agama Bangun Tata Kehidupan

Rabu 18 Sep 2019 15:30 WIB

Rep: Wahyu Suryana/ Red: Agung Sasongko

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menjadi pembicara  dalam International Meeting 'Peace With No Borders: Religions and Cultures  in Dialogue di Madrid

Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, saat menjadi pembicara dalam International Meeting 'Peace With No Borders: Religions and Cultures in Dialogue di Madrid

Foto: Dok PP Muhammadiyah
Nilai-nilai agama menjadikan umat manusia hidup selamat dan bahagia.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menjadi pembicara International Meeting 'Peace With No Borders: Religions and Cultures in Dialogue.' Dalam paparannya, Haedar menyampaikan, setiap manusia diciptakan memiliki hak yang sama.

Gelaran itu sendiri diadakan Community of Sant'Egidio di Madrid, 15-16 September 2019. Forum itu secara khusus mengangat tema No One Should Ever be Excluded. Forum menghadirkan tokoh-tokoh dunia sebagai pembicara.

Haedar mengingatkan, dalam deklarasi PBB tentang HAM disebutkan setiap manusia terlahir bebas dan mendapat perlakuan sama. Artinya, lanjut Haedar, setiap manusia bebas memiliki pemikiran dan gagasannya sendiri. Sehingga, semua harus diperlakukan dengan cara yang sama, tanpa boleh ada diskriminasi.

Ia menekankan, dengan prinsip hak manusia universal yang diakui PBB menjadi komitmen semua orang, golongan, bangsa dan negara di manapun. Tujuannya, agar setiap manusia harus diperlakukan sama.

"Tanpa diskriminasi dan tanpa perlakuan buruk oleh siapapun dan atas nama apapun di muka bumi ini," kata Haedar, Selasa (17/9).

Dari sudut pandang komitmen beragama, ia merasa, agama secara universal sangat penting dan fundamental dalam kehidupan umat manusia. Agama, bernilai sangat penting di kehidupan duniawi.

Haedar menegaskan, dalam masyarakat modern yang sekuler sekalipun agama tetap relevan dan penting bagi kehidupan. Meskipun ekspresi dan aktualisasinya tidak bersifat langsung.

Bagi Haedar, tantangan utamanya membuat umat beragama dari setiap agama wujudkan nilai-nilai luhur keagamaan sakral untuk membangun tata kehidupan. Yang adil, damai, baik dan serba utama.

"Yang menjadikan umat manusia hidup selamat dan bahagia secara bersama-sama," ujar Haedar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA