Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Dosen UMM Tulis Buku tentang Merindukan Kabah di Amerika

Rabu 18 Sep 2019 10:11 WIB

Rep: Wilda Fizriyani/ Red: Dwi Murdaningsih

Kabah (ilustrasi)

Kabah (ilustrasi)

Foto: RepublikaTV/Sadly Rachman
Buku ingin mengungkapkan sisi Amerika Serikat yang tak banyak ditemukan di media.

REPUBLIKA.CO.ID, MALANG -- Dosen Prodi Hukum Keluarga Islam, Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Pradana Boy kembali menerbitkan buku kumpulan tulisan teranyarnya. Pria yang juga asisten staf khusus kepresidenan bidang keagamaan internasional ini berhasil menerbitkan buku berjudul Dari Amerika Kurindukan Ka'bah.

Baca Juga

 Dari Amerika Kurindukan Ka'bah menceritakan catatan penulis saat menjalankan tugas di Amerika Serikat.  Buku yang ditulis pria yang menempuh studi doktoralnya di Australian National University ini memuat kisah-kisah menarik nan unik. 

Dikemas dengan gaya berkisah, pembaca dibawa hanyut dalam samudera petualangan yang tak surut. Seolah-olah nyata dan pembaca seakan mengalaminya sebagai fakta. Sesekali penulis mengajak pembaca berpikir. Sesekali bercerita tentang pergulatan batin Pradana yang pelik. 

Buku ini memuat 18 tulisan dari kunjungannya ketujuh negara bagian dan 17 kota di Amerika Serikat selama enam minggu. Judul buku Dari Amerika Kurindukan Ka’bah terinspirasi dari sebuah kejadian unik yang Pradana alami ketika Ia salat menghadap ke barat. Padahal dari Amerika Serikat seharusnya kiblat berada di sebelah timur sehingga kejadian tersebut diabadikan sebagai judul dari buku bersampul hitam ini.

Ia juga menertawakan kenaifannya sembari menawarkan pengetahuan baru tentang Amerika yang belum tentu semua orang mengetahuinya. Sudut-sudut New York, Boston, Washington DC, Hartford dan kota-kota lain di AS seperti hidup dan nyata di depan mata. Buku tersebut kadang tampil sebagai catatan perjalanan, sesekali muncul sebagai goresan sejarah. Di kala lain tampil dalam rekfleksi filosofis dan ilmiah. 

“Buku ini ditulis ketika mengikuti kursus singkat di University of Massachusetts pada Juni-Agustus 2017. Tujuh universitas yang dikunjungi ialah University of Massachusetts Amherst, Harvard University, Massachusetts Institute of Technology (MIT), Trinity College, Yale University, Shippensburg University, dan Shepherd University,” ungkap Pradana.

Adapun tujuh Negara bagian yang dikunjungi yakni California, Connecticut, Massachusetts, New York, Pennsylvania, Virginia, dan Illinois. Sementara 17 kota yang sangat terkenal, antara lain Boston, Chicago, Cambridge, Hartford, Los Angeles, New Haven, New York, dan Washington DC. Kunjungan itu juga membawa Pradana Boy belajar kepada sedikitnya 25 profesor dari berbagai universitas di kawasan pantai timur Amerika Serikat.

Menurut Prdana, perjalanan ini sangat mahal, dalam arti hakiki maupun majazi. Oleh sebab itu, dia harus mengabadikannya. Di samping itu, pemahaman masyarakat muslim di Indonesia terhadap AS barangkali banyak didominasi oleh prasangka dan stereotype

"Nah, banyak hal yang tak terbukti, meski ada juga yang benar. Buku ingin mengungkapkan sisi-sisi Amerika Serikat yang tak banyak ditemukan di media,” ujar dia, melalui pesan resmi yang diterima Republika.co.id.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA