Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

Jumat, 19 Safar 1441 / 18 Oktober 2019

LPS Imbau Masyarakat tidak Tergiur Bunga Bank Tinggi

Rabu 18 Sep 2019 05:15 WIB

Red: Nidia Zuraya

Suku bunga bank (ilustrasi).

Suku bunga bank (ilustrasi).

Foto: Wordpress.com
Saat ini ada 99 bank bermasalah yang ditangani LPS dan diputuskan dilikuidasi

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengimbau masyarakat tidak tergiur dengan suku bunga tinggi yang diberikan perbankan saat menyimpan uang maupun deposito di bank. Suku bunga bank yang sesuai ketentuan LPS harus maksimal 6,75 persen untuk bank umum dan 9,25 persen untuk bank perkreditan rakyat.

"Banyak nasabah yang tidak dapat menerima klaim karena bank tempat mereka menyimpan uang maupun deposito memiliki suku bunga yang tinggi, melebihi ketentuan LPS," kata Sekretaris LPS Muhamad Yusron saat temu media di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/9).

LPS, kata dia, tidak akan membayarkan klaim jaminan simpanan di bank, jika suku bunga yang diberikan oleh bank melebihi ketentuan LPS sehingga masyarakat diimbau untuk lebih cermat memilih bank.

Yusron mengungkapkan hingga saat ini ada 99 bank bermasalah yang ditangani LPS dan akhirnya diputuskan untuk dilikuidasi.

Dari total bank yang dilikuidasi tersebut, total pinjaman mencapai Rp 1,763 triliun dan yang dinyatakan layak bayar sekitar 82,81 persen atau Rp 1,460 triliun, sedangkan yang tidak layak bayar mencapai 17,15 persen atau mencapai Rp 302.350 miliar.

Menurut dia, rata-rata yang menjadi penyebab nasabah masuk dalam kategori tidak layak bayar LPS adalah adaindikasi praktik perbankan yang tidak sehat baik oleh pengurus maupun pemegang saham sehingga kinerja keuangan bank menjadi buruk karena suku bunga tidak memenuhi standar yang ditetapkan LPS.

"Selain itu, bank mempunyai kredit macet serta bisa juga karena data nasabah tidak masuk pembukuan bank," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA