Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

BI Soroti Pentingnya Data Berkualitas dalam Pengambilan Keputusan

Rabu 18 Sep 2019 13:59 WIB

Rep: wartaekonomi.co.id/ Red: wartaekonomi.co.id

Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Destry Damayanti

Deputi Gubernur Senior (DGS) Bank Indonesia Destry Damayanti

Foto: Republika/Wihdan Hidayat
BI menilai digitalisasi mendukung kegiatan perdagangan yang lebih beragam

Warta Ekonomi.co.id, Jakarta -- Bank Indonesia (BI) menilai pengambilan keputusan yang tepat di bidang ekonomi, baik bagi institusi pemerintah maupun sektor bisnis, memerlukan data yang berkualitas. Apalagi di tengah pesatnya pemanfaatan teknologi digital, penggunaan data secara lintas batas semakin banyak digunakan.

"Hal tersebut mempermudah koordinasi pada rantai nilai global (global value chain), sekaligus mendukung fasilitasi perdagangan, termasuk perdagangan jasa," kata Destry Damayanti, Deputi Gubernur Senior BI dalam Workshop Nasional: Better Understanding of International Trade in Services for the Effectiveness of Policy-Design di Yogyakarta, Selasa (17/9/2019).

Lebih lanjut, Destry menyampaikan bahwa digitalisasi pada saat yang sama telah mendukung kegiatan perdagangan yang lebih beragam dan menjadi bagian penting dalam rantai nilai global (global value chain).

Baca Juga: Utamakan Keamanan Data, Bisnis Pun Tentram Sejahtera

"Kontribusi sektor digital menyumbang sekitar 43% terhadap nilai tambah asing (Foreign Value Added) produk domestik bruto (PDB), sedangkan untuk negara-negara maju yang tergabung dalam OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development), nilai tambah asing sektor industri digital mencapai sekitar 50%," jelas Destry.

Workshop nasional ini merupakan salah satu upaya untuk membangun kesadaran dan komitmen para pihak baik penyusun (compiler) data maupun pengguna (user) data pada kualitas dan ketersediaan data yang lebih baik untuk perdagangan jasa.

Kegiatan ini juga salah satu wujud dari misi BI untuk menciptakan kontribusi nyata bagi perekonomian Indonesia, khususnya dalam upaya mengelola defisit transaksi berjalan.

Selain narasumber lokal, workshop nasional ini menghadirkan pakar-pakar internasional di bidangnya, antara lain berasal dari World Trade Organization (WTO), OECD, United States Bureau of Economic Analysis (US BEA), Bank of Estonia, Positium, dan University of the Philippines.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA