Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Friday, 19 Safar 1441 / 18 October 2019

Ingin Dibonceng Saat Pelesiran, Simak Tip dari Donna Agnesia

Selasa 17 Sep 2019 17:42 WIB

Rep: Farah Noersativa/ Red: Reiny Dwinanda

Pasangan figur publik Donna Agnesia dan Darius Sinathrya.

Pasangan figur publik Donna Agnesia dan Darius Sinathrya.

Foto: Republika/Farah Noersativa
Donna Agnesia dibonceng sang suami saat riding di Himalaya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Selebritas Donna Agnesia mendapatkan banyak pengalaman dengan mengikuti riding ke pegunungan Himalaya bersama sang suami, Darius Sinathrya, pada akhir Juli hingga awal Agustus lalu. Saat itu, Donna dibonceng Darius dengan motor Royal Enfield.

Baca Juga

Untuk perempuan yang ingin melakukan perjalanan panjang sebagai pembonceng, Donna pun mengingatkan agar mengutamakan keamanan dalam berkendara. Ia mengatakan, safety riding nomor satu.

"Awalnya aku juga heran ini harus ya pakai pakaian lengkap setiap hari. Karena itu kan berat. Ternyata memang perlu banget,” ungkap Donna usai konferensi pers peluncuran vlog series perjalanan Himalayan Ridge di Jakarta Selatan, pekan lalu.

Donna menuturkan, pada saat perjalanan dengan motor bersama dengan suaminya, dia menggunakan segala macam perlengkapan untuk tubuh. Dia mengenakan sarung tangan sampai wind breaker pelindung tubuhnya dari terpaan angin.

“Ada juga yang buat dengkul dan siku, pokoknya lengkap banget. Kami pakai itu selama tujuh hari. Full body protector dipakai semua,” kata ibu beranak tiga itu.

Selain itu, Donna juga menggunakan helm full face yang juga tak mudah berembun. Dia juga menggunakan buff atau penutup muka.

“Tadinya aku nggak pakai buff karena mikir buat apa. Ternyata kalau nggak pakai, bikin cemong muka. Sebab, kalau kita berkendara di atas, kalau ada mobil lewat itu juga langsung banyak debu,” jelas Donna.

Donna juga menyarankan, bagi para perempuan harus terus bisa beradaptasi. Sebab dalam berkendara yang juga merupakan sebuah petualangan, pasti akan menemukan hal-hal baru yang sesuai dengan lingkungan yang ada.

Adaptasi itu, kata Donna, termasuk adaptasi terhadap kondisi jalanan, dan juga makanan yang tersedia. Dalam berkendara motor, tentu keadaannya berbeda dan pasti tak senyaman perjalanan mobil atau pesawat terbang.

Selanjutnya, Donna juga menyarankan untuk efisien dalam membawa barang. “//Nggak// usah bawa barang-barang yang terlalu banyak dan nggak terlalu penting,” kata Donna.

Donna juga mengingatkan, para petualang juga harus mempersiapkan obat-obatan. Terlebih, perjalanan ke pegunungan Himalaya juga dipastikan akan mengalami mabuk ketinggian.

“Jaga stamina, bawa obat-obatan //altitude sickness//, bawa oksigen. Dan bisa menyesuaikan diri. Dan jangan lupa nikmati perjalanannya,” ucap Donna.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA