Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Friday, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Harga Bensin di AS Terancam Naik Imbas Serangan di Saudi

Selasa 17 Sep 2019 06:00 WIB

Red: Ani Nursalikah

Pejabat perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, tengah memeriksa sebuah pengeboran minyak di Arab Saudi.

Pejabat perusahaan minyak Arab Saudi, Aramco, tengah memeriksa sebuah pengeboran minyak di Arab Saudi.

Foto: AP
Saudi mengekspor lebih dari tujuh juta barel minyak mentah per hari.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Pengemudi Amerika Serikat mungkin merasakan pukulan dari kenaikan harga bensin setelah serangan terhadap instalasi minyak di Arab Saudi berada di West Coast. West Coast menerima hampir separuh impor minyak mentah dari kerajaan itu.

Serangan terhadap instalasi minyak Arab Saudi pada Sabtu (14/9) meruntuhkan lebih dari lima persen pasokan minyak global dan membuat harga minyak melonjak 20 persen. Harga pemompaan AS diduga akan naik dalam beberapa hari ke depan, saat masa depan bensin naik lebih dari 10 persen dalam perdagangan Ahad (15/9). Harga rata-rata nasional bensin reguler saat ini 2,57 dolar AS per galon.

Namun, pengemudi di Kalifornia-sekitar 13 ribu kilometer jauhnya dari Arab Saudi-dapat menderita pukulan paling keras. Kilang minyak di negara bagian tersebut sangat mengandalkan impor buat pasokannya karena tempatnya yang terpencil dan kurangnya pipa saluran yang menghubungkannya dengan negara bagian yang kaya minyak seperti Texas.

Saudi mengekspor lebih dari tujuh juta barel minyak mentah per hari, kebanyakan ke Asia. Namun, 47 persen dikirim ke Amerika Serikat melalui West Coast.

Selama 12 bulan, yang berakhir pada Juni, West Coast AS mengimpor rata-rata 11,40 juta barel minyak mentah Arab Saudi setiap bulan. US Energy Information Administration mengatakan kebanyakan mengalir ke sejumlah kilang minyak yang berpusat di Kalifornia.

"Saya benar-benar berpendapat sangat mungkin West Coast akan menyaksikan lebih banyak dampak harga dibandingkan dengan wilayah lain sebab mereka lebih terikat pada impor Arab Saudi," kata Patrick DeHaan, Kepala Analisis Minyak Bumi di perusahaan pelacak GasBuddy.

California Energy Commission mengatakan Saudi mengimpor sebanyak 37 persen dari seluruh total minyak asing Kalifornia pada 2018. "Arab Saudi sejak dulu selalu berusaha menggambarkan dirinya sebagai pemasok minyak mentah yang bisa diandalkan ke pasar dan untuk alasan ini, kami kira mereka akan memilih memasok pasar ekspor buat minyak mentah untuk pertama kali dibandingkan dengan produksi," kata Robert Campbell, Kepala Penelitian Produksi Minyak di Energy Aspects.

Negara itu saat ini memiliki harga bensin rata-rata tertinggi kedua di Amerika Serikat, sebesar 3,63 dolar per galon reguler bensin, berada di belakang Hawaii. Harga bahan bakar di Kalifornia lebih tinggi akibat peraturan ketat dan spesifikasi bensin yang berbeda.

Di antara pembeli terbesar minyak mentah Saudi adalah kilang minyak Chevron Corps di Richmond, Kalifornia sebanyak 245 ribu barel per hari dan kilang El Segundo di Kalifornia sebanyak 269 ribu bpd. West Coast, yang dikenal sebagai wilayah minyak PADD 5, meliputi Negara Bagian Washington juga menerima beberapa barel dari Saudi selama setahun belakangan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA